Selasa, 28 Desember 2010

Di Penghujung Desember



Angin menghembuskan sisa nafas di penghujung desember
Tersengal sengal cecarkan hawa dingin menusuk
Waktu melompat lompat enggan menjemput hari
Seenggan mentari yang redup malu malu sembunyikan diri

Dan Bila



Bilamana kenangan itu datang bertandang
kan kusambut dengan seuntai senyum
lalu berbincang sedikit tentang masa lalu
sekedar bercengkrama redupkan rindu

Ada Yang Jatuh



malam ini
kau menemaniku mengatup mata
lalu mendendangkan lagu dalam sunyi
keheningan membuncah malam yang pekat
redupkan temaram lampu yang memijar
kibaskan dedaunan malam yang tertiup angin

Senin, 27 Desember 2010

Kenangan Selaksa Luka



bulan menatapku nanar
mengernyitkan sebelah matanya menatapku heran
apa yang kau pikirkan gadis ?
saat hati tak lagi untukmu, apa yang kau tangiskan, katanya

Hukum Tabur Tuai

Seperti menanam benih pada sebuah pot penuh tanah subur. Seperti itulah kita menanamkan perkataan pada untaian kalimat yang kita ucapkan. Jika perkataan itu baik, maka baik pula respon yang kita dapat. Jika perkataan itu tidak baik dan tidak enak didengar, maka jangan marah jika dibalas dengan perkataan yang lebih pedas lagi.

Jumat, 24 Desember 2010

Putus cinta : Bukan Kiamat !


Kemarin sore saya dicurhatin temen yang lagi patah hati. Sambil nangis, berurai air mata duka, dia cerita soal pacarnya yang minta putus tanpa sebab. "Kenapa sih le, dia tega ninggalin gw, salah gw apa coba ?" Nah giliran saya yang bingung mau jawab apa. Yang pacaran dia, napa nanyanya ke saya.. Saya coba kasih saran "Udah lah ta, mungkin ini yang terbaik buat lo, juga dia. Ntar suatu saat lo juga tau, kenapa lo diputusin doi. Coba deh intropeksi diri dulu. Lo ngerasa punya salah gak selama ini ?"

Rabu, 22 Desember 2010

Kau Ingkar !



kita telah berjanji untuk tidak saling menyimpan kenangan
setelah malam itu
luka yang kau sayat dihati menikam pilu
aku tahu..
aku gak akan sanggup

Peta Hati


sebenarnya kau sudah punya peta hatiku
tapi acapkali kau membuat kesepakatan dengan ketidakpercayaan, lalu
semua pun hilang tanpa arah.
Padahal kau hanya tinggal berjalan melewati jalan itu
lalu menyeberang melalui jembatan didepannya
maka kaupun akan sampai disini
dihatiku.....

Jangan Menangis Ibu


Perempuan mungil itu menyeka air mata yang mengalir dipipinya. Diusapnya juga buliran air yang menggenang dimata tua ibunya.
"Jangan menangis ibu.. ! Katanya

Ternyata AKu Tak Pernah Menyadarinya






Apakah aku akan menemukan orang yang tepat ?

Pertanyaan itu selalu berkecamuk dikepalaku. Sejak pertama kali mengenal istilah cinta monyet hingga kini aku menginjak usia 24 tahun pun, aku masih saja berkutat pada pertanyaan bodoh ini. Aku sering berpikir, seperti apa sosok yang dapat dikategorikan tepat? Apakah harus memiliki sorot mata indah, lengan kuat, atau hati yang tulus bak malaikat? Aku sering mendengar pula celoteh-celoteh segelintir orang yang memaknai tepat hanya untuk seorang pria yang tampan dan mapan. Benarkah?

Selasa, 21 Desember 2010

Tua Bukan Berarti Lapuk


Tadi saat makan siang, aku dan beberapa teman seruangan seruan seruan di salah satu cafe dekat dengan kantor tempat aku bekerja. Hari ini salah satu rekan kerjaku merayakan ulang tahunnya. Mumpung makan gratis, lumayan juga bisa perbaiki gizi. senyumkenyitsenyumkenyitsenyumkenyit

Disela sela canda, temanku ini melontarkan pernyataan : umur bukannya makin nambah, malah makin kurang. sampai hari gini lum bisa ngapa ngapain. wew.. halooo.. maksudnya lum bisa ngapa ngapain maksudnya apa nih ? temenku itu cuma nyengir.

Yupz tentu aja aku ngerti apa yang dia maksud. Belum bisa ngapa ngapain hanyalah ungkapan ketidak puasan dirinya terhadap apa yang telah dia capai. Aku sih maklum saja. Bukan hanya temanku yang ngerasa gitu, mungkin hampir setengah penduduk bumi pernah ngalamin hal yang sama. Karena merasa tidak puas diri memanglah menjadi sifat manusia. Dan rasa tidak puas ini akhirnya menekan perasaan sehingga lupa untuk bersyukur atas apa yang telah dicapai.
Padahal hanya dengan bersyukurlah kita dapat lebih memaknai arti hidup dan merupakan cara terindah untuk menjalaninya.

Masa muda. Mungkin tidak semua orang menjalaninya dengan indah. Sebagiannya malah disibukkan dengan mengeluh. Kenapa aku begini, kenapa aku begitu. Kenapa harus dilarang begini. Kenapa harus mengerjakan itu, padahal masih ingin bersenang senang mumpung masih muda. Padahal kalau tahu aja, justru saat muda beginilah kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih positif. Mumpung isi kepala masih cespleng, tenaga juga lagi gede gedenya. Kenapa tidak berbuat aja yang lebih berguna dari pada hanya sekedar menghabiskan waktu berhura hura dan menghabiskan uang orang tua.

Aku sih gak munafik kalo bilang, masa muda dulu full hura hura Tapi hura hura yang bermanfaat. (cie masa muda : berarti udah tua dunk.. hadew.. baru nyadar). Kenapa aku bilang bermanfaat ? Karena aku selalu mengerjakan sesuatu berdasarkan porsinya. Biarpun gak bisa melakukan sesuatu yang luar biasa. Saatnya belajar aku akan belajar serius. Saatnya ingin hang out dengan teman teman ya gunakan waktu secukupnya saja. Yang terpenting tetap berada pada jalur yang lurus dan gak neko neko. *loh kenapa jadi bahas aku tension ... yuk dilanjut !! malu

Back to topik. Bertambahnya usia, semestinya bertambah banyak hal yang kita ketahui. Karena selama di perjalanan menuju umur yang terus bertambah kita akan mengalami banyak hal. Andai saja apa yang kita jalani itu bisa kita maknai dan kita sukuri... alangkah indahnya perjalanan hidup kita menuju masa yang akan datang. Karena kita tidak akan mengalami yang namanya penekanan perasaan untuk mendapatkan yang terlalu lebih. Seperti yang aku sebutin tadi.. kuncinya adalah banyak banyak bersyukur. Toh dengan bersyukur tidak akan menghalangi kita untuk meraih mimpi.

Bertambahnya usia, bukan berarti kita harus menjadi lapuk karena usia. Tapi harus sarat akan pengetahuan dan pengalaman. Jika kita menyadari bahwa umur kita makin bertambah dan jatah hidup justru makin berkurang, pastilah kita akan menyiapkan bekal menuju kehidupan yang benar benar kekal. Yang lebih abadi. Dan ini akan menjadi semacam warning buat kita untuk selalu berbuat lebih baik lagi untuk kedepannya. Bener gak ? ketukmeje

Rasulullah bersabda:

"
siapa yang hendakkan dunia, maka hendaklah dengan ilmu. siapa yang hendakkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. siapa yang hendakkan kedua-duanya, maka hendaklah dengan ilmu"

Dan sekarang, dengan gaya penjual obat pinggir jalan, aku pengen nawarin sebuah produk yang dinamakan *semangat hidup* yang resep racikannya sangat sederhana yaitu : BERJUANG + SYUKURI dan NIKMATI + MAKNAI .. dijamin hidup akan terasa lebih indah celebrate


SO ... just open your eyes, and see that life is beautiful.. Ganbatte !! tinju

Senin, 20 Desember 2010

Ruang Hati


Hatiku ini
Ada satu ruang yang kukosongkan untukmu
Kujaga setiap pagi dengan cinta dan rindu
Kusemai bersama cahaya cerah mentari
Tak redup meski merah saga senja berlalu

Tidak kah kau ingin singgah suatu waktu
Sebab ruang ini tlah lama kosong menantimu
Ditepian hati masih ada rindu untukmu
menunggumu hingga akhir hidupku

Aku, dan Kisah bersama Ibu

Tak banyak kenangan yang tersimpan di memori kepalaku tentang sosok seorang mama. mungkin karena aku hampir tidak pernah merasakan kasih sayang seorang mama kepadaku. dari kecil aku sudah belajar hidup mandiri. maklum saja, keluarga kami bukanlah keluarga yang harmonis. papa dan mama sudah tidak bersama lagi semenjak aku berumur 5 tahun, setidaknya itu yang kutahu dari nenek. semenjak itu aku banyak menghabiskan waktu di rumah nenek, juga kakak dan adikku.

Ku Titip Rindu



aku menitipkan rindu pada desiran angin
lalu diam diam memintal awan
dan menaunginya dengan wajah merah saga senja
aku ingin rinduku sampai saat pekat tiba
agar aku bisa melihat wajah kekasihku
dalam buaian rembulan yang dingin memeluk malam


No Body...



"No body can hurt you without your permission"

-Mahatma Gandhi-



Jumat, 17 Desember 2010

Ruam Rindu



siapa yang akan mengirim ribuan kata
lewat malam dan desiran angin
telah biru tulangku
ruam membekas karena rindu
ada lagikah nyanyian pagi
yang akan menjemput tangis malamku
yang masih kusisakan
dalam seonggok tissue basah laraku

Kamis, 16 Desember 2010

Seribu Warna Tanpa Makna



Setinggi apapun langit digapai
jangan lupa jejakkan kaki dilantai
karena keindahan mata
terkadang hanyalah fatamorgana

Dan....


aku sakit
kamu terluka
aku lelah
kamu bosan
aku jengah
kamu hampa
dan kita
berpisah
sudah

Hanya...


aku hanya ingin menulis
menulis tanpa sekat yang pekat dan terikat
menulis isi hati yang terungkap
lewat goresan kata yang terbentuk sempurna

Rabu, 15 Desember 2010

Dibalik Rinai Hujan



aku menyulam wajah dalam rintik hujan
menyatukan satu persatu kepingan bulirnya yang berserakan
membentuk seraut wajah yang tersirat
dari sudut sudut kenangan yang tersisa
yang hampir saja punah karena lelah

Selasa, 30 November 2010

Blue


disudut sana ada yang sedang ceria
dia memancarkan benderang dari tutur katanya
pamerkan seberkas cahaya dari guratan halus hatinya
terlihat jelas dengan goresan nuansa biru yang mempesona

Senin, 29 November 2010

Aku dan Hatiku

Entah sejak kapan blog ini berkembang dengan banyak label. Ada story, cerpen, puisi, artikel dan quote. Padahal blog ini dulunya adalah curhatan hati. Karena aku tipe orang yang susah buat ngungkapin isi hati. Makanya blog ini aku beri judul Aku dan Hatiqu. Karena inilah hatiku.

Rabu, 24 November 2010

perempuan



perempuan membawakanku sekotak pelangi
dalam dekapan langit basah
warnanya membuatku lupa
cara mengantongi tangis
karena senyum awalkan hadirnya

Selasa, 23 November 2010

Rasa yang sama


Rasa ini akan tetap sama. Persis saat pertama kali kita memasuki pintu cahaya dipenghujung sana. Saat kita melangkah memasuki rimbunan bunga azalea berwarna cinta. Dan kita sama sama terpesona pada kelopak bunga asmara yang berona darah.

mimpi



diantara sela redupan cahaya bulan
sekali lagi dia memaksaku datang
dan tak dapat kucegah
persis, saat dia pernah memintaku pergi
tanpa kuingin

Senin, 22 November 2010

bukan hanya tentang kamu


kisah ini bukan hanya tentangmu
tapi tentang sebuah perjalanan panjang yang kita mulai bersama langkah
juga tentang masa yang menanti diujung cakrawala
memastikanmu
masihkah ada disana

meski

mungkin ini akan menjadi pagi yang kelam
meski mentari tak mengisaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara

aku lelah

entah sejak kapan kita mulai sepakat dalam diam
saling sahut menyahut dalam untaian huruf yang tak terpikirkan
sementara masing masing masih jengah pada arah pembicaraan
semu, samar, tak terarah
seperti lentera yang menggantung dipuncak menara

Minggu, 21 November 2010

apa kabarmu ?

apa kabarmu nda ?

aku memikirkanmu setiap saat
disela pagi dan cerahnya mentari
diderasnya bulir hujan rintik
diantar celahan senja
disaat malam menghujam

apa kabarmu nda ?
apa kau baik baik saja ?
anganku sedikit terhanyut
pada sebuah cerita lama yang kau ceritakan
tentang aku dan inginmu
saat kau menyeruakkan kata
ada ikatan yang mengeratkan
mengerat asa yang tlah lama ada
mengerat jiwa yang terpaut jarak
mengerat hati yang menjadi telaga cinta

adakah kau ingat nda ?
berapa lama jarak perjalanan ini kita lalui ?
apakah harus berakhir begini ?
persis saat kita tak bisa memaksanya untuk berujung

masihkah ada amarah dihatimu nda ?
tertelan, sembunyi dibalik kepongahan
lontarkan padaku
hingga lapang ruang hangat dihatimu

sampai kapan kita akan melemparkan kata dalam diam ?
saling sahut menyahut dalam untaian kata yang tak tereja
sementara hati kita masing masing tahu
tak ada yang perlu menyalahkan
juga tak ada yang perlu mengalahkan

karena cinta adalah kita nda
aku
kamu
bukan yang lain
bukan juga serentetan kata kata bermakna
namun bisu dalam suara

setelah malam yang panjang
kita tetap saja enggan pada lisan
lalu cukup berkata kata lewat hati saja
hening tak berdentang

untuk yang terakhir
masih ingin ku membuka kata
apa kabarmu nda ?
masihkah tak ada jawaban ?

Rindu

saat temaram malam merasuki
dibawah secercah sinaran bulan redup
menemani hentakan degup jantung
tergugu diantara derai riak tetesan air
yang menggenang disudut mungil sepasang mata

Kamis, 11 November 2010

Makan Siang Yang Terlambat

hehehe.. ini judulnya Makan Siang Yang Terlambat. Tapi gak pa palah. Sebenarnya rencana makan siang ini dirumah masing masing seperti biasa. Maklumlah, Pegawai Negeri dengan gaji pas pasan. Tidak cukup anggaran jika tiap hari harus makan di restoran atau paling gak diwarteg. (malah curhat).

Selasa, 09 November 2010

Bayang Hitam Kekasih


Hatiku luruh. Terbelenggu khayal semu. Khayalan berbentuk butiran asa yang tertuang dalam getir pengharapan. Sedetikpun tak terlewati tanpa sebait doa. Kapankah cinta menemukan jalannya. Aku lelah mencari.

Kesal


Aku kesal. Entah apa yang membuat aku kesal. Tapi rasa kesal ini benar benar menohok sudut jantungku. Mengalirkan uap panas kehatiku. Membuncah otakku dengan amukan pikiran negatif. Menciptakan aura jelek diwajahku. Ah aku benar benar kesal. Tapi pada siapa kesal ini kutuju ? Padamu ? Padanya ? Aku tak berani memastikan. Takut kesalku tersasar.

Rasa kesal itu terteguk olehku. Sekali lagi. Tetesannya membuatku tidak berdaya. Terhanyut dalam fatamorgana seribu wajah yang membuatku semakin menonjok lengkungan merah bentuk hati. Kesal ini seperti parasit yang melumuti dinding dinding pikiranku. Beribu kata penyemangat membanjiri relung sisi sisi hati, seperti air mengalir bening dari puncak telaga warna. Kenapa harus tunduk pada kesal, sedang dia hanyalah sebentuk sifat yang bisa teredam. Kenapa takut pada hujan, jika sesudahnya muncul pelangi jingga ? Bukankah matahari akan menghangat seiring pagi menggantikan kepekatan malam. Lalu apa lagi yang ditakutkan ? Usahlah kau kesal "hatiku berbisik lirih." Biarkan asamu temui jalannya. Karena detakan amarah hati akan percuma jika kau tetap tak tahu untuk siapa kau kesal.

Senin, 08 November 2010

Mentawai




-->
Aku mengingatnya kawan. Sebuah pulau tempat bersemayamnya cinta. Sebuah pulau tempat segala cita tercipta. Sebuah pulau dengan banyak keindahan. Pasir putih menghampar, laut biru berhiaskan terumbu karang. Sangat indah. Sebuah pulau yang jika kau berkunjung kesana, kau akan temukan banyak keramahan dan eksotika keindahan alam disekitarnya. Aku rindu sekali dengan celotehan cericit anak kecil mengajakku berenang melewati ombak pantai yang terbentang kebiruan. Disanalah telah kuperdengarkan sajak keharuanku akan kenangan.

Jumat, 05 November 2010

Kenapa Harus Putus Asa ?


Ada satu pertanyaan yang pernah diungkapkan teman saya. Dia bertanya, kenapa dalam hidup kita harus dituntut untuk menjadi yang terbaik ? Apakah jika kita tidak menjadi yang terbaik, kita akan dianggap gagal ? Padahal saya sudah berusaha siang malam, tapi hasilnya tetap tidak memuaskan. "Terus terang, saya putus asa..!"katanya.

Rabu, 03 November 2010

Hidup adalah sekarang


Usah kau umpat masa lalu yang kelabu
Jika sajadah usang kau biarkan terlentang dan penuh debu
Penyesalan didirimu tak kan mengembalikan waktu
Meski buliran darah keluar dari rongga matamu

Laki Lakiku


Laki lakiku..
Malam ini terasa sepi. Aku melongok kamar depan tadi subuh. Membangunkanmu seperti biasa. Tapi kau tak ada. Ah,kenapa aku lupa. Bukankah kau pergi tadi malam. Setelah perpisahan dibawah rintihan hujan. Aku teringat kata terakhirmu .

pelangi cinta



Kata mama, cinta itu seperti hujan. Sering meruah tiba-tiba. Menyisakan warna-warna di langit bernama pelangi. Aku selalu mengingat kata kata beliau. Saat hujan, aku selalu menanti pelangi diujung cakrawala sana. Memandang keindahannya. Merendanya menjadi menjadi untaian indah. Berharap ada ruah ruah semaian cinta dalam tiap indah warnanya. Ku pikir cinta seperti itu selalu sejati karena tidak pernah dirancang kapan jatuhnya dan kapan hilangnya. Oleh karenanya aku selalu merenda cintaku dengan hati dan jiwaku untuk lelaki yang beruntung membuatku mau merenda cinta itu. Cinta untukku selalu menyanyikan keindahan, jikapun ada tangis dan air mata, itu hanyalah karena ego yang terluka.

Warna pelangi, seperti menaungi warna senja. Aku akan selalu mengingat setiap langit memerah saat menjelang gelap. Senja selalu seperti bisikan di saat aku begitu lelah. Ah lelakiku, Aku ingin selalu tahu kamu mencintaiku setiap angin menerpa wajahku. Mama benar, cinta itu selalu ada di sana, bersama waktu yang melahirkannya.


Selasa, 02 November 2010

laki laki dan Hujan



Lelaki itu datang bersama kabut di satu sore yang mendung. Di antara detak suara gerimis dan tetesan keringat jagung yang mengalir laki laki itu terlihat lelah. Lelaki itu menyimpan mata yang aneh. Mata yang murung meski kedutan di sekitar bibirnya tertarik ke atas untuk mengukir sepenggal senyum paksa. Matanya membutuhkan kemampuan ekstra jenius untuk mengurai satu per satu sel-sel makna di dalamnya. Aku melihat wujud arwana sedang menari di mata itu. Mata penuh cinta. Mata yang marah. Mata yang diam. Mata itu membutuhkan istirahat dari pernyataan luka.

Roller Coaster


Roller coaster adalah wahana permainan berupa kereta yang dipacu dengan kecepatan tinggi pada jalur rel khusus, biasanya terletak di atas tanah yang memiliki ketinggian yang berbeda-beda. Aku sangat menyukai permainan ini. Karena menurutku permainan ini sangat mengasikkan. Aku sering memperhatikan setiap orang yang ingin mencoba wahana ini karena ingin merasakan debar-debarnya, tapi begitu roller coasternya mulai bergerak, mereka ketakutan, berteriak dan ingin wahana ini berhenti.

Yang ada dipikiranku adalah, apa yang mereka harapkan dari permainan ini ? Mereka sudah memilih petualangan untuk duduk diatas roller coaster itu. Jadi sudah seharusnya mereka menjalaninya sampai permainan itu berhentikan ? Atau mereka berpikir sebaiknya menghindari wahana ini lalu lebih memilih permainan kincir raksasa yang terus berputar disitu situ saja ?

Aku merasa permainan Roller Coaster adalah sebuah petualangan. Sama seperti hidup. Bagiku, bertualang bukan hanya pergi kesatu tempat dan melanjutkannya ketempat yang lain. Petualangan adalah saat dimana kau pergi tanpa tujuan, membiarkan diri tersesat, mencari, membuat pilihan dan kamu tahun kapan harus berhenti dan pulang. Seperti Roller Coaster, hidup adalah sebuah petualang memainkan permainan yang berdesing kencang dan memabukkan. Berputar cepat, naik turun, berbelok. Mengambil resiko merasakan debarannya. Dan ketika permainan ini selesai, maka keinginan untuk bermain lagi akan timbul. Ya begitulah. Karena petualangan itu seperti candu. Sekali kau memulai, bahkan dirimu sendiri tak bisa menghentikan hasrat bertualangmu. Jadi jika menginginkan hidup tenang dan jauh dari kegelisahan dan debar debar ketakutan, jangan pernah memulai petualangan, karena petualangan adalah sarang kegelisahan yang sengaja kau cari.

Sesungguhnya sangat berat bagiku menjalani hidup sendiri. Tanpa cinta tanpa ikatan, jauh dari keluarga. Tapi mulai saat ini, setiap kali aku merasa tertekan, saat segala emosiku tak bisa kutuangkan, maka aku akan ingat saat menaiki permainan ini. Menikmati saat aku terperangkap diatasnya, berbelok, berputar. Menikmati saat aku merasa mual dan ingin segera turun. Tapi aku percaya, bahwa rel rel itu adalah takdirku. Dan Tuhan yang akan menjadi mesinnya. Maka tak ada lagi yang aku takutkan, karena mimpi buruk itu akan berubah menjadi suatu yang mendebarkan.

Roller Coaster hanyalah sebuah permainan. Seperti jalan hidup manusia. Setiap likunya, seberapa beratnya pasti akan selalu aman karena ada sentuhan tangan Tuhan. Dan suatu waktu permainan ini akan berhenti. Tapi sementara dalam perjalanan, aku akan melihat banyak hal. Melihat dunia dari sisi terbalik, melihat pemandangan disekitarku. Dan aku bisa berseru seru gembira. Ini lah hidupku.

Di Kafe itu, suatu siang


Aku duduk disalah satu sudut café di bandara Polonia. Menikmati secangkir kopi. Setengah jam lagi aku akan memasuki pesawat yang akan membawaku ke Jakarta. Dan separuh hatiku yakin, dia pasti akan datang. Menyusulku. Sebentar lagi.

Senin, 01 November 2010

make your self happy


Jika ada yang bertanya, apa itu kebahagiaan ? Maka kita akan memberikan jawaban tentang makna bahagia itu berdasarkan kebutuhan atau tujuan jangka pendek masing-masing. Orang yang miskin berpendapat bahwa bahagia adalah apabila mereka menjadi orang kaya sehingga bisa mendapatkan segala yang diinginkannya.

aku boleh naksir kamukan ?

aku memang naksir kamu habis habisan
menjadi pacarmu adalah mimpi terbesarku
tapi jika mengorbankan harga diriku
untuk memenangkan hatimu
tentu saja aku gak bisa
karena bagiku, harga diriku adalah kebahagiaanku

tapi, ngomong ngomong
setelah kata kata ku tadi
aku masih boleh naksir kamukan ??

Munajat Maksa


Tuhan

Aku sadar

Apa yang ada padaku adalah milikmu

Sakitku, ngiluku,lukaku, bahagiaku, sendiriku

Dia juga..

Ya dia..

Pria yang mati matian aku cintai

Dia juga sendiri

Sama seperti aku, dia tidak memiliki siapa siapa

Katanya dia juga milikMukan ?

Jadi Tuhan..

Berjanjilah mengabulkan permintaanku

Tetaplah bersamaku

Jangan jauh dariku

Aku tak mau sendiri

Tapi kalo aku boleh meminta lagi

Biarkan dia juga bersamaku

Kita kumpul saja sama sama

Ada Kau, ada aku, ada dia

Bersama kita berjalan kearah mata air

dekat dipelupuk mata rindu kita mengalir

tetaplah dijalanku


aku menemukanmu ditengah kegalauanku..

bersama senyum ku suguhkan luka

bersamamu, aku kembali belajar menanam cinta

menyemai rindu pada tanah basah asmara

ada kata yang membuat segalanya ada

kata yang seharusnya aku lontarkan saat ini

kata yang membuatku tenggelam dan mengambang

diantara kebesaran jiwamu yang tulus menerima aku

terima kasih untukmu kanda

untuk semua kasih..

untuk segenggam hati..

untuk setiap pengertian..

untuk semua kenyataan, bahwa ternyata egoku mengalahkanku..

untuk sebuah rasa yang baru kusadari saat kehilanganmu..

untuk pelajaran cinta yang kau beri..

entah bagaimana harus aku berterima kasih..


tetaplah dijalanku..

meski aku tersesat..

meski aku terjatuh..

Did You Smile Today ? :)

Senyum adalah salah satu cara tubuh berkomunikasi tanpa harus mengucapkan kata. Senyum adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan pada kita. Senyum merupakan satu kebutuhan manusia yang gratis dan sederhana yang memberikan dampak yang begitu besar, tidak hanya pada diri kita, tapi juga kepada orang-orang disekitar kita.

Minggu, 31 Oktober 2010

Rahasia Hati Seorang Ayah

Entah kenapa, saya selalu berbeda paham dengan papa tentang apa aja. Suatu ketika papa menginginkan saya bekerja diperusahaannya, tapi saya bukan tipe orang yang suka nangkring dengan kesuksesan orang tua. Saya lebih memilih hidup dari nol, sehingga saya tahu bagaimana perihnya berjuang dari awal, dan ketika akhirnya menuju puncak, maka saya bisa merasa bangga akan jerih payah saya, dan itu bisa jadi bekal dan contoh buat anak anak saya. Tapi tidak dengan pendapat papa. Papa pernah bilang "kamu sombong.. dikasih kerjaan ama orang tua kok malah gak mau.. gak menghargai dan bla bla bal.." Saya hanya diam dan memendam sendiri semua omelan omelan papa. Dongkol. Pastilah. Tapi melawan orang tua gak ada gunanya. Selain bikin hati tambah dongkol karena gak bakal menang berargumentasi dengan orang tua, melawan sama saja dengan menjadi anak durhaka.

Selasa, 26 Oktober 2010

Bersama Bulan Bulat Penuh

Masih pada malam yang menggelayut sepi
Dengan semburat sinar rembulan bulat penuh
Dan ada lima titik sinar bintang berkelip
Terduduk aku pada keheningan menjemput

Disini..
Ada sebuah hati yang terkoyak
 Tempat semua harapan yang dulu dititipkan
Tak usah kau cemaskan
Aku pasti baik baik saja
Kau pernah menulis dalam selembaran kertas berwarna biru
“Jangan pernah menggantung harapan padaku”
Tapi kau salah, kau bukan lagi harapan ku
Kau adalah hidupku
Meski  kini kau telah buyarkan asaku
Tuhan pasti dengarkan setiap jerit tangisku

Kini bersama terang bulan bulat penuh
Kembali aku mengurai kumpulan cerita
Menghitung helai demi helai lembaran kertas luka yang mengering
Bersama tapak batas anganku
Aku percaya
Kekasih akan kembali membingkai rindu
Jadi..
Berhentilah jika kau lelah
Dalam kepenatanmu aku hadir dengan cahaya
Yang menantimu dipersimpangan jalan
Tempat mengistirahatkan tubuh penatmu
Bersama bulan bulat penuh
Aku menanti waktu itu

senandung rindu

Kali ini..
Malam menyuguhkan bulir hujan satu satu
Romantisme dingin menusuk tulangku
Diiringi tembang lagu sendu
Menggelitik otakku dengan nada nada rindu
Ah..
Aku memang rindu
Pada saat bulir hujan jatuh satu satu
Ada kamu
Ada aku
Ada senandung rindu

senyum yang sesaat


Senyum itu hanya kunikmati sesaat
Meski kutangkap tapi tak sempat kuabadikan
Senyum dibibir penuh luka
Karena duka yang serakah
Merenggut bahagia tanpa rasa iba

Senyum itu hanya sekejap
Tersungging lalu hilang
Terkulum bulat bulat
Oleh duka yang terpahat

Senyum itu hanya hadir sesaat
Terlukis diwajah merah darah
Lalu hadir tangisan
Aku meringis
Menggenggam rindu
Dalam dada yang tertikam pilu

Senin, 25 Oktober 2010

Lidah itu Tajam, Jendral :)

Sufyan Ats-Tsauri berkata,"Bila saya menyerang seseorang dengan anak panah, maka itu lebih baik bagiku daripada menyerangnya dengan lidahku karena serangan lidah tidak pernah meleset. Sedangkan bidikan anak panah seringkali luput dari sasaran."

Lidah itu ibarat dua mata pisau yang sangat tajam. Jika kita tidak menggunakannya dengan baik, maka senjata itu akan melukai orang lain, juga melukai diri sendiri. Begitu juga dengan lidah. Jika tidak dipergunakan dengan baik, dengan tutur kata yang baik, juga bisa melukai perasaan orang lain. Lidah memang tidak bertulang, mudah saja membengkokkannya ke sana kemari sejalan perubahan cuaca hati pemiliknya. Luka atau cedera fisik akan lebih mudah diobati dan sembuh, namun sakit hati seseorang akibat perkataan negatif yang ditujukan kepadanya tidak akan segampang itu disembuhkan.

Berapa banyak persahabatan yang terpecah dikarenakan ketajaman lidah, berapa banyak perceraian yang terjadi antara suami istri diakibatkan oleh lidah, berapa banyak tawuran yang terjadi antara sekolah, antara suku, desa yang diakibatkan oleh lidah. Dan masih banyak lagi keburukan yang terjadi karena ulah lidah ini. Entah itu berupa perkataan dusta, mencela, ghibah (bergunjing), adu domba, saksi palsu, mencerca dan lain sebagainya.

Al-Hasan al-Bashri mengatakan bahwa perbedaan antara orang bijaksana dan orang bodoh terletak pada dimana dia meletakkan lidahnya.Menempatkan lidah di belakang hati hingga dia hanya akan mengatakan hal-hal yang dipikirnya mengandung kebaikan dan dirasa tidak akan membahayakan adalah ciri orang yang bijak. Sementara si dungu menjadikan ujung lidah berada di depan akalnya hingga tanpa mau repot-repot memikirkan dampak baik atau buruk yang bisa timbul, dia akan langsung bicara seenak perutnya.

Ada pepatah yang mengatakan "luka karena pedang, jika dibalut akan kembali sembuh sejalan dengan berlalunya waktu, tapi tidak dengan luka yang disebabkan oleh tajamnya lidah".

Oleh karenanya, adanya baiknya kita menjaga lidah kita dari hal hal yang bukan merupakan kepentingan kita, walaupun itu berbentuk gurauan. Karena terkadang, gurauan yang dilontarkan tidak berkenan dihati orang lain sehingga terjadi kesalah pahaman.

Seorang sahabat Rasul SAW, yakni Abu Dzar Al-Ghifari r.a. menasehati,"Jadikan perkataan hanya dua (jenis) kalimat saja, yaitu kalimat yang bermanfaat dalam urusan duniawi dan kalimat yang kekal (manfaatnya) di akhirat." Apabila tak ada kedua jenis kalimat di atas dalam perbendaharaan kita, maka lakukanlah ibadah yang sangat ringan dan nilainya setara dengan tujuh ribu kebaikan, yaitu DIAM.

Minggu, 24 Oktober 2010

pemimpi

Walaupun aku tidak memiliki impian, tapi aku selalu mempunyai rencana. Dulu ketika masih menginjak bangku kuliah, aku belajar bertanggung jawab dan terencana, serta menyusun tujuan-tujuan yang dapat aku raih. Menyelesaikan kuliahku, bekerja, cari pacar, menikah dan memiliki anak. Lalu semuanya berubah. Aku tidak pernah melupakan minggu terakhir kuliahku 2 tahun lalu.

Mendekati wisuda dokter mendiagnosaku menderita penyakit ginjal kronik. Parahnya lagi, salah satu ginjal itu harus diangkat karena tidak berfungsi lagi. Aku meninggalkan rumah sakit dengan hati hancur. Dalam ketidak yakinan akan masa depan, aku menangis. Walaupun teman-teman dekatku menghibur, aku tidak dapat menyembunyikan ketakutanku pada kematian. Bagaimanapun juga, aku akan menjalani ujian demi ujian menghadapi rasa sakit d perut dan pinggangku. Aku mulai merasa berbeda dengan orang lain. Walaupun kita sama-sama diwisuda, tapi mereka dapat melangkah ke babak baru dalam kehidupan mereka. Sementara aku harus melalui hari-hariku dengan segudang ketakutan akan kematian. Bagiku terasa menarik melihat sikap mereka terhadapku. Walaupun mereka khawatir dengan keadaanku, tapi sikap mereka yang wajar, tidak mendramatisir keadaan membuatku merasa lebih nyaman.

Semakin dekat tanggal operasi yang ditentukan, akupun semakin sering mengalami rasa sakit. Dinding kekuatan yang telah aku bangun sedikit demi sedikit runtuh. Aku sangat marah karena harus mengalami semua ini sementara orang lain dapat menikmati hidup mereka. Aku menghabiskan banyak waktu untuk bertanya, kenapa mesti aku ?

Tetapi sesuatu yg sangat bagus terjadi ditengah tengah semua ini. Aku mulai memandang semua hal yang indah di sekelilingku dengan cara pandang yang baru. Hal hal terkecil mulai dapat tertangkap dimataku. Aku menyadari betapa penuh warna dan cerahnya matahari terbenam ketika aku menikmatinya. Helaian rumput dihalaman rumah terlihat seperti tirai hijau yang terang. Tawa dan canda seluruh keluarga dirumah dapat menjadi obat yang manjur untuk melalui hari yang buruk.

Secara ajaib, aku terbangun dari operasi dengan penuh rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Kata kata tidak dapat melukiskan kebahagiaan yang aku rasakan pada peristiwa istimewa saat itu, ketika diberikan kesempatan kedua untuk hidup.

Masa penyembuhanku merupakan proses yang lama. Aku belajar berjalan lagi dan mulai melakukan hal hal yang sederhana. Hari hari ku lalui kedepannya akan lebih berat lagi. Karena sekarang aku harus hidup dengan satu ginjal yang tidak begitu sehat. Dokter menyarankan aku untuk cuci darah minimal seminggu sekali sebelum aku menemukan pendonor untuk ginjalku. SekaranG aku cukup mengerti, betapa berharganya sebuah kesehatan.

Walaupun dengan segala keterbatasanku sekarang, aku yakin kehidupan pasti dapat berputar terbalik. Aku telah memulai dari awal yang baru dan aku menikmati setiap menitnya. Aku sering mendengar orang mengatakan kamu harus memimpikan sesuatu yang tak terbayangkan, tapi aku lebih memilih merencanakannya. Sekarang, bermimpi besar dan mengikuti keinginan hatiku tanpa tahu bagaimana itu akan berakhir adalah satu-satunya hal yang dapat kulakukan.

Jika semua mimpi harus kembali dibangun dari awal, maka mulailah dari sekarang. Hidup bukan hanya sebuah pilihan. Jika kaki sudah dilangkahkan, dan tekad telah dibulatkan, percayalah.. akan ada harapan baru..

Sabtu, 23 Oktober 2010

sex before marriage ? Yes Or No ?

Anna tercenung.  
“Dini hamil ? mungkinkah ? bukannya Dini belum pernah menikah ? Lalu dengan siapa dia berhubungan ? Dengan Toni kah ..?”
Atau..

“gw baru aja ngelakuin itu ama Deny..” ujar Dina pada sahabatnya
“Gila lo !! berani amat ? trus kalo lu hamil gimana ?”
“Ya gak lah, kan kita pake pengaman..!” Dina mesem mesem
Sahabatnya cuma bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Dina.

Dua kasus diatas sering kali kita temukan dilingkungan tempat kita tinggal.  Dimana mereka melakukan hubungan terlarang yaitu sex before marriage.  Sex before marriage alias seks pranikah merupakan prilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan resmi, baik secara hukum maupun agama. Diakui ataupun tidak, seks pranikah ini bukan merupakan hal yang tabu lagi. Banyak yang menganggapnya suatu larangan, tapi tidak sedikit orang yang melakukannya. Hal ini bisa terjadi karena pada umumnya mereka  termotivasi  ketika melihat tayangan televisi, berita , majalah ataupun media lainnya, hingga akhirnya tergerak untuk meniru tanpa memikirkan budaya, nilai dan norma yang berada dilingkungan sekitar.

Biasanya alasan seseorang melakukan seks pranikah ini adalah dikarenakan adanya rasa kasih sayang, cinta, kedekatan serta gairah terhadap pasangan. Tapi tidak berpikir, bagaimana jika ternyata hubungan cinta itu kandas ditengah jalan, tentu saja ini merugikan pihak wanitanya.  

Memang sih, pada awal pacaran, semuanya akan berjalan sangat indah. Ibarat makan permen, makan satu saja tidak cukup. Pasti pengen lagi dan lagi. Mulanya berpegangan tangan, lalu dilanjutkan dengan cium pipi. Karena penasaran dilanjutkan sampai akhirnya melakukan hubungan seksual. 

Terkadang sebagian wanita beranggapan cara menyenangkan pria / pacar adalah lewat seks. Padahal tidak seutuhnya benar. Banyak pria yang menganggap bahwa jika wanita mau berhubungan seks dengannya, bukan tidak mungkin dia juga mau berhubungan dengan yang lain. Mau diajak berhubungan seks dengan pacar juga belum tentu membuat kita disayang oleh pacar. Alih alih disayang, wanita malah dijadikan bahan pemuas pria. Setelah bosan lalu ditinggalkan. Apalagi jika ternyata efek dari berhubungan itu mengakibatkan siwanita hamil. Si pria bisa bisa malah kabur dan lepas dari tanggung jawab.
Jadi, sebelum terjadi seks pra nikah dengan pasangan, ada baiknya kita berpikir “apakah saya sudah cukup mengenal dia hingga bersedia tidur dengannya”, “jika dia tidak memaksa saya melakukannya, apakah saya masih menginginkannya ?” , “ Apakah saya yakin, jika saya mau melakukannya, cintanya akan tetap untuk saya, atau dia hanya ingin senang senang saja ?”, “apakah dia akan bertanggung jawab jika ternyata nantinya saya hamil ..?”, “apakah saya tidak akan menyesali perbuatan ini dikemudian hari ?”

Jika ternyata keseluruhan dari pertanyaan itu adalah “tidak” maka lebih baik kita berpikir untuk menghindar. Tidak salah jika kita menolak karena pada dasarnya seks sebelum waktunya hanya akan menimbulkan masalah dikemudian hari terutama buat wanitanya. Lagi pula hubungan yang dilakukan setelah pernikahan resmi biasanya lebih bisa dinikmati oleh wanita, karena wanita tidak perlu merasa takut hamil atau kelak ditinggalkan. Dan pria juga akan lebih menghargai wanitanya, karena pada saat malam pertama, mereka mendapatkan wanitanya masih suci. Dan dia akan semakin yakin, bahwa kitalah Mrs. Right nya.

Jadi, mau pilih jawaban apa ? Yes Or No ??