Selamat datang 2015. Dan kita pun bersorak merayakan. Ledakan kembang api menyambut datangnya tahun baru. Meluapkan segala kegembiraan. Sesaat masa masa pedih dimasa lalu itu terlupakan. Hanya untuk satu malam. Lalu malam berikutnya, masa lalu itu kembali membawa kenangan. Menyusup diam-diam dalam ingatan.
Tampilkan postingan dengan label Patah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patah Hati. Tampilkan semua postingan
Jumat, 02 Januari 2015
Hanya Untuk Satu Malam
Minggu, 30 Oktober 2011
Selasa, 29 Maret 2011
Rabu, 09 Februari 2011
Senin, 17 Januari 2011
Senin, 22 November 2010
meski
mungkin ini akan menjadi pagi yang kelam
meski mentari tak mengisaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara
meski mentari tak mengisaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara
aku lelah
entah sejak kapan kita mulai sepakat dalam diam
saling sahut menyahut dalam untaian huruf yang tak terpikirkan
sementara masing masing masih jengah pada arah pembicaraan
semu, samar, tak terarah
seperti lentera yang menggantung dipuncak menara
saling sahut menyahut dalam untaian huruf yang tak terpikirkan
sementara masing masing masih jengah pada arah pembicaraan
semu, samar, tak terarah
seperti lentera yang menggantung dipuncak menara
Selasa, 26 Oktober 2010
senyum yang sesaat
Senyum itu hanya kunikmati sesaat
Meski kutangkap tapi tak sempat kuabadikan
Senyum dibibir penuh luka
Karena duka yang serakah
Merenggut bahagia tanpa rasa iba
Senyum itu hanya sekejap
Tersungging lalu hilang
Terkulum bulat bulat
Oleh duka yang terpahat
Senyum itu hanya hadir sesaat
Terlukis diwajah merah darah
Lalu hadir tangisan
Aku meringis
Menggenggam rindu
Dalam dada yang tertikam pilu
Selasa, 05 Oktober 2010
Jenuh
Jenuh.. Bosan..
Terasa banget. Sama sekali gak ada inspirasi buat nulis. Selalu iri dengan tulisan tulisan lain yang kelihatannya lebih berbobot dari pada hanya sekedar curhat di blog. Toh blog ini juga gak ada yang baca. Jadi gak ada juga yang coment. Dan pada akhirnya semuanya berjalan percuma. Tak ada masukan apa apa.
Terasa banget. Sama sekali gak ada inspirasi buat nulis. Selalu iri dengan tulisan tulisan lain yang kelihatannya lebih berbobot dari pada hanya sekedar curhat di blog. Toh blog ini juga gak ada yang baca. Jadi gak ada juga yang coment. Dan pada akhirnya semuanya berjalan percuma. Tak ada masukan apa apa.
Senin, 27 September 2010
LAMA
lama tak kujenguk huruf huruf pada sarangnya
sampaikan bendung rindu yang bergumul namun tak terjawab
mengapa hati begitu sepi
lalu dimanakah kepuasan diri ?
hilang, tak terganti
waktu sayap malam mulai renta
ku mulai rangkai kembali kata demi kata
menyatukan kalimat berbentuk sajak
ah, aku rindu
saat saat bersamamu
tempat kita bercerita berbagi canda
menulis, berbagi kisah
tentang persahabatan, cinta, dan kasih sayang
maka ku biarkan sajak sajak menulis diri
agar aku berani menulis tentang aku
agar aku berani menulis tentangmu
sampaikan bendung rindu yang bergumul namun tak terjawab
mengapa hati begitu sepi
lalu dimanakah kepuasan diri ?
hilang, tak terganti
waktu sayap malam mulai renta
ku mulai rangkai kembali kata demi kata
menyatukan kalimat berbentuk sajak
ah, aku rindu
saat saat bersamamu
tempat kita bercerita berbagi canda
menulis, berbagi kisah
tentang persahabatan, cinta, dan kasih sayang
maka ku biarkan sajak sajak menulis diri
agar aku berani menulis tentang aku
agar aku berani menulis tentangmu
Jumat, 24 September 2010
bodohkah aku ?
entah kenapa,
aku masih saja setia menyusuri jalanmu
padahal kelam malam tlah renta
suara pagi mulai samar terdengar
tajamnya dingin menusuk tulangku
menyayat kulitku yang kian memucat
entah angin apa yang membawaku kesini
apakah kerinduan yang menuntutku untuk bertemu
atau senyuman yang tak pernah hilang dari ingatanku
ataukah tatapan matamu yang selalu membuatku terpana
ah, kenapa aku masih saja menambatkan hatiku padamu
apakah karena kau adalah dermaga tempatku bertolak
atau kah karena kau adalah matahari yang menyinari bunga bunga hatiku
ataukah karena dirimu masih sangat berharga untukku ?
sayang,
sekarang cahaya fajar telah berwarna
diatas sana, sinar bintang mulai memudar
tapi aku masih tetap disini
menyusuri jalanmu tanpa rasa jenuh
bodohkah aku ??
aku masih saja setia menyusuri jalanmu
padahal kelam malam tlah renta
suara pagi mulai samar terdengar
tajamnya dingin menusuk tulangku
menyayat kulitku yang kian memucat
entah angin apa yang membawaku kesini
apakah kerinduan yang menuntutku untuk bertemu
atau senyuman yang tak pernah hilang dari ingatanku
ataukah tatapan matamu yang selalu membuatku terpana
ah, kenapa aku masih saja menambatkan hatiku padamu
apakah karena kau adalah dermaga tempatku bertolak
atau kah karena kau adalah matahari yang menyinari bunga bunga hatiku
ataukah karena dirimu masih sangat berharga untukku ?
sayang,
sekarang cahaya fajar telah berwarna
diatas sana, sinar bintang mulai memudar
tapi aku masih tetap disini
menyusuri jalanmu tanpa rasa jenuh
bodohkah aku ??
Tentang Luka Masa Lalu
menggelayut tiba-tiba tentang masa lalu
tentang kuas berpoles warna
tentang matahari esok pagi
tentang langit dan hembusan angin ditiap jeda
telah lama kita tak berjumpa
masih ingatkah kau tentang luka yang tertoreh ?
tidakkah kau kenang tentang sebuah malam berbalut harap
atau tentang petang yang terbungkus tanya
entah kenapa tak bisa kulupa
ada yang menggelayut tiba-tiba
hingga ada yang tertarik dari luar kepala
ingin segera kubakar agar tak bersisa
dan akupun kini mulai bisa jujur pada kata-kata
masih ingatkah kau ?
sesuatu yang pernah ada antara kita ?
mungkin kau lupa
atau kau berpura-pura amnesia
luka ini kau yang toreh
masih kurasa..
sakitnya...
tentang kuas berpoles warna
tentang matahari esok pagi
tentang langit dan hembusan angin ditiap jeda
telah lama kita tak berjumpa
masih ingatkah kau tentang luka yang tertoreh ?
tidakkah kau kenang tentang sebuah malam berbalut harap
atau tentang petang yang terbungkus tanya
entah kenapa tak bisa kulupa
ada yang menggelayut tiba-tiba
hingga ada yang tertarik dari luar kepala
ingin segera kubakar agar tak bersisa
dan akupun kini mulai bisa jujur pada kata-kata
masih ingatkah kau ?
sesuatu yang pernah ada antara kita ?
mungkin kau lupa
atau kau berpura-pura amnesia
luka ini kau yang toreh
masih kurasa..
sakitnya...
Kamis, 23 September 2010
Maaf, jika ku tak dapat melupakan
maafkan aku,
aku masih saja mengingatmu
tak bisa sedikitpun kuhapus kau dari ingatanku
padahal,
telah ku redupkan semua cahaya
telah ku buang semua kenangan yang tersisa
telah ku keluarkan seluruh memori dikepala
tapi masih saja ku mengingatmu
beritahu aku,
bagaimana caraku untuk melupakanmu
******
lalu kau berbisik
sayang..
lautan tak bisa jauh dari ombak
kupu-kupu masih membutuhkan kembang-kembang
seperti halnya kau masih membutuhkan cahaya
jadi..
jangan sekali-kali melupakan aku
seperti aku yang tak pernah melupakanmu
tahukah kah kau..
sesungguhnya aku rindu pada kenangan kita
ah sudahlah..
pada setitik air yang menempel dipelupuk mata
berbuah rindu dalam tatapan sayu
memudarkan deret deret warna dan ingatan tentang suatu waktu
seharusnya ia terpudar
meninggalkan masa lalu yang enggan terusik
harusnya tak ada lagi lirik lirik kata yang terucap
tentang kisah kisah yang tak ingin lagi diingat
tentang aku..
tentang kau..
tentang kita..
******
ah, sudahkah
cuma bulu mata yang jatuh
bukan apa-apa
Senin, 20 September 2010
Diantara
Diantara hening dan detak jam pukul dua
Diantara kata-kata dalam buku yang aku baca
Diantara ayat-ayat yang terdengar syahdu ditelinga
Ada tanya yang menyeruak tiba-tiba ?
Tentang hidupku, bagaimanakah nantinya ?
Tentang skenario Tuhan yang tidak terduga
Tentang hatiku yang kembang kempis oleh cinta
Antara tanya akan ada dan tiadanya
Angin malam ternyata lebih dingin dari biasanya
Air mata mengalir tanpa diminta
Antara derai tawa bahagia
Terselip sebuah pertanyaan
Apakah aku benar-benar tercipta untuknya ?
Diantara kata-kata dalam buku yang aku baca
Diantara ayat-ayat yang terdengar syahdu ditelinga
Ada tanya yang menyeruak tiba-tiba ?
Tentang hidupku, bagaimanakah nantinya ?
Tentang skenario Tuhan yang tidak terduga
Tentang hatiku yang kembang kempis oleh cinta
Antara tanya akan ada dan tiadanya
Angin malam ternyata lebih dingin dari biasanya
Air mata mengalir tanpa diminta
Antara derai tawa bahagia
Terselip sebuah pertanyaan
Apakah aku benar-benar tercipta untuknya ?
Selasa, 07 September 2010
Apa yang harus kulakukan
aku ingin sekali pergi
tapi kakiku tak bisa melangkah
aku ingin sekali berlari
tapi kakiku seakan kaku
aku ingin sekali menjauh
hingga tak kuingat lagi jalan kembali pulang
tapi ingatanku tak mau menghilang
Entahlah
aku termangu
apa yang harus kulakukan
duduk disini bersama senja
pasrah menanti kelam menjemput malam
biarkan awan hitam berarak mendekat
menjatuhkan rinai hujan deras
menikmati dinginnya air hujan menusuk tulang
apa yang harus kulakukan ?
tidakkah kubiarkan saja air hujan itu turun
biar kunikmati derasnya
tak ingin tergesa gesa
pelan pelan saja
tapi kakiku tak bisa melangkah
aku ingin sekali berlari
tapi kakiku seakan kaku
aku ingin sekali menjauh
hingga tak kuingat lagi jalan kembali pulang
tapi ingatanku tak mau menghilang
Entahlah
aku termangu
apa yang harus kulakukan
duduk disini bersama senja
pasrah menanti kelam menjemput malam
biarkan awan hitam berarak mendekat
menjatuhkan rinai hujan deras
menikmati dinginnya air hujan menusuk tulang
apa yang harus kulakukan ?
tidakkah kubiarkan saja air hujan itu turun
biar kunikmati derasnya
tak ingin tergesa gesa
pelan pelan saja
Izinkahlah
Tak bisa hilang, yakinku
Susah sekali
Aku terus disini
Entah sampai kapan
Tuhan..
Izinkan aku membenci
Satu orang saja
Berikan rasa itu padaku
Biar kuhapus bayang-bayang malam
Biar kututup jendela kelam
Agar kusambut pagi yang cerah
Dengan sinarnya yang memancarkan harapan
Tapi tetap saja ku tak bisa membenci
Entah kenapa ..
Susah sekali
Aku terus disini
Entah sampai kapan
Tuhan..
Izinkan aku membenci
Satu orang saja
Berikan rasa itu padaku
Biar kuhapus bayang-bayang malam
Biar kututup jendela kelam
Agar kusambut pagi yang cerah
Dengan sinarnya yang memancarkan harapan
Tapi tetap saja ku tak bisa membenci
Entah kenapa ..
Kamis, 02 September 2010
Biarlah... (Pesimiskah)
Selasa, 31 Agustus 2010
MENGENANG
Masa lalu adalah kenangan
Sedetik dari masa lalu adalah pelajaran berharga
Sedetik dari masa lalu pada akhirnya akan membentuk sebuah cerita
Demikian juga dengan dia, dia dan dia diaku yang lain
Mengenang diaku yang singgah
Mengenang diaku yang hanya sekedar lewat
Mengenang diaku yang menjadi teman seperjalanan dihidupku
Membuka luka memang
Tapi ada kerinduan disetiap luka yang tertoreh
Ada senyuman disetiap kenangan
Walau tak ingin kembali
Tapi aku tak ingin kenanganku pergi
Langganan:
Postingan (Atom)












