Tampilkan postingan dengan label Patah Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Patah Hati. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Januari 2015

Hanya Untuk Satu Malam

Selamat datang 2015. Dan kita pun bersorak merayakan. Ledakan kembang api menyambut datangnya tahun baru. Meluapkan segala kegembiraan. Sesaat masa masa pedih dimasa lalu itu terlupakan. Hanya untuk satu malam. Lalu malam berikutnya, masa lalu itu kembali membawa kenangan. Menyusup diam-diam dalam ingatan.

Minggu, 30 Oktober 2011

Jangan Lagi


Jangan melukaiku terlalu sering. Tubuh ini tak kan sanggup menerima.
Karena jika mengandalkan hati untuk menahan sakitnya
Hatikupun tlah menua sebelum waktunya.

Selasa, 29 Maret 2011

Mencintaiku, Katamu



Mencintaiku, katamu
Tapi mengapa begitu ?
Sedang senja setia menanti malam
Tapi kenapa kau begitu cepat temaram ?
Termakan alibi lupa pada janji
Yang kau buat dan kau pungkiri sendiri

Rabu, 09 Februari 2011

Entah Kenapa



Entah kenapa
Tak pernah ada jalan buat kita
Menyatukan rasa dalam satu cinta
Apa karena aku adalah api
Yang bisa meledak setiap saat
Membakar riak riak rasa
Tapi kan ada kau yang air
Yang siap memadamkan kobar merahku
Dengan dinginmu, dengan sejukmu

Senin, 17 Januari 2011

Biarkan Aku Tiada


Jika saja aku bisa menghilang
Aku ingin selamanya tak ada
Agar tak dapat kulihat
Setiap sinis mata menatap jengah
Setiap cibiran katupan bibir mencela

Tegar Dibawah Hujan


Sesaat aku menyadari
Aku wanita lemah dan rapuh
Yang bersembunyi dibalik rinai hujan
Berharap tangis kan tersamar
Lalu tertawa riang
Sembunyikan gundah hati

Senin, 22 November 2010

meski

mungkin ini akan menjadi pagi yang kelam
meski mentari tak mengisaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara

aku lelah

entah sejak kapan kita mulai sepakat dalam diam
saling sahut menyahut dalam untaian huruf yang tak terpikirkan
sementara masing masing masih jengah pada arah pembicaraan
semu, samar, tak terarah
seperti lentera yang menggantung dipuncak menara

Selasa, 26 Oktober 2010

senyum yang sesaat


Senyum itu hanya kunikmati sesaat
Meski kutangkap tapi tak sempat kuabadikan
Senyum dibibir penuh luka
Karena duka yang serakah
Merenggut bahagia tanpa rasa iba

Senyum itu hanya sekejap
Tersungging lalu hilang
Terkulum bulat bulat
Oleh duka yang terpahat

Senyum itu hanya hadir sesaat
Terlukis diwajah merah darah
Lalu hadir tangisan
Aku meringis
Menggenggam rindu
Dalam dada yang tertikam pilu

Selasa, 05 Oktober 2010

Jenuh

Jenuh.. Bosan..
Terasa banget. Sama sekali gak ada inspirasi buat nulis. Selalu iri dengan tulisan tulisan lain yang kelihatannya lebih berbobot dari pada hanya sekedar curhat di blog. Toh blog ini juga gak ada yang baca. Jadi gak ada juga yang coment. Dan pada akhirnya semuanya berjalan percuma. Tak ada masukan apa apa.

Senin, 27 September 2010

LAMA

lama tak kujenguk huruf huruf pada sarangnya
sampaikan bendung rindu yang bergumul namun tak terjawab
mengapa hati begitu sepi
lalu dimanakah kepuasan diri ?
hilang, tak terganti
waktu sayap malam mulai renta
ku mulai rangkai kembali kata demi kata
menyatukan kalimat berbentuk sajak

ah, aku rindu
saat saat bersamamu
tempat kita bercerita berbagi canda
menulis, berbagi kisah
tentang persahabatan, cinta, dan kasih sayang
maka ku biarkan sajak sajak menulis diri
agar aku berani menulis tentang aku
agar aku berani menulis tentangmu

Jumat, 24 September 2010

bodohkah aku ?

entah kenapa,
aku masih saja setia menyusuri jalanmu
padahal kelam malam tlah renta
suara pagi mulai samar terdengar
tajamnya dingin menusuk tulangku
menyayat kulitku yang kian memucat

entah angin apa yang membawaku kesini
apakah kerinduan yang menuntutku untuk bertemu
atau senyuman yang tak pernah hilang dari ingatanku
ataukah tatapan matamu yang selalu membuatku terpana

ah, kenapa aku masih saja menambatkan hatiku padamu
apakah karena kau adalah dermaga tempatku bertolak
atau kah karena kau adalah matahari yang menyinari bunga bunga hatiku
ataukah karena dirimu masih sangat berharga untukku ?

sayang,
sekarang cahaya fajar telah berwarna
diatas sana, sinar bintang mulai memudar
tapi aku masih tetap disini
menyusuri jalanmu tanpa rasa jenuh
bodohkah aku ??

Tentang Luka Masa Lalu

menggelayut tiba-tiba tentang masa lalu
tentang kuas berpoles warna
tentang matahari esok pagi
tentang langit dan hembusan angin ditiap jeda
telah lama kita tak berjumpa
masih ingatkah kau tentang luka yang tertoreh ?
tidakkah kau kenang tentang sebuah malam berbalut harap
atau tentang petang yang terbungkus tanya
entah kenapa tak bisa kulupa
ada yang menggelayut tiba-tiba
hingga ada yang tertarik dari luar kepala
ingin segera kubakar agar tak bersisa
dan akupun kini mulai bisa jujur pada kata-kata
masih ingatkah kau ?
sesuatu yang pernah ada antara kita ?
mungkin kau lupa
atau kau berpura-pura amnesia
luka ini kau yang toreh
masih kurasa..
sakitnya...

Kamis, 23 September 2010

Maaf, jika ku tak dapat melupakan



maafkan aku,
aku masih saja mengingatmu
tak bisa sedikitpun kuhapus kau dari ingatanku
padahal,
telah ku redupkan semua cahaya
telah ku buang semua kenangan yang tersisa
telah ku keluarkan seluruh memori dikepala
tapi masih saja ku mengingatmu
beritahu aku,
bagaimana caraku untuk melupakanmu
***
lalu kau berbisik

sayang..
lautan tak bisa jauh dari ombak
kupu-kupu masih membutuhkan kembang-kembang
seperti halnya kau masih membutuhkan cahaya
jadi..
jangan sekali-kali melupakan aku
seperti aku yang tak pernah melupakanmu
***
tahukah kah kau..
sesungguhnya aku rindu pada kenangan kita

ah sudahlah..



pada setitik air yang menempel dipelupuk mata
berbuah rindu dalam tatapan sayu
memudarkan deret deret warna dan ingatan tentang suatu waktu
seharusnya ia terpudar
meninggalkan masa lalu yang enggan terusik
harusnya tak ada lagi lirik lirik kata yang terucap
tentang kisah kisah yang tak ingin lagi diingat
tentang aku..
tentang kau..
tentang kita..

******
ah, sudahkah
cuma bulu mata yang jatuh
bukan apa-apa

Senin, 20 September 2010

Diantara

Diantara hening dan detak jam pukul dua
Diantara kata-kata dalam buku yang aku baca
Diantara ayat-ayat yang terdengar syahdu ditelinga
Ada tanya yang menyeruak tiba-tiba ?
Tentang hidupku, bagaimanakah nantinya ?
Tentang skenario Tuhan yang tidak terduga
Tentang hatiku yang kembang kempis oleh cinta
Antara tanya akan ada dan tiadanya
Angin malam ternyata lebih dingin dari biasanya
Air mata mengalir tanpa diminta
Antara derai tawa bahagia
Terselip sebuah pertanyaan
Apakah aku benar-benar tercipta untuknya ?

Selasa, 07 September 2010

Apa yang harus kulakukan

aku ingin sekali pergi
tapi kakiku tak bisa melangkah
aku ingin sekali berlari
tapi kakiku seakan kaku
aku ingin sekali menjauh
hingga tak kuingat lagi jalan kembali pulang
tapi ingatanku tak mau menghilang

Entahlah
aku termangu
apa yang harus kulakukan
duduk disini bersama senja
pasrah menanti kelam menjemput malam
biarkan awan hitam berarak mendekat
menjatuhkan rinai hujan deras
menikmati dinginnya air hujan menusuk tulang

apa yang harus kulakukan ?
tidakkah kubiarkan saja air hujan itu turun
biar kunikmati derasnya
tak ingin tergesa gesa
pelan pelan saja

Izinkahlah

Tak bisa hilang, yakinku
Susah sekali
Aku terus disini
Entah sampai kapan
Tuhan..
Izinkan aku membenci
Satu orang saja
Berikan rasa itu padaku
Biar kuhapus bayang-bayang malam
Biar kututup jendela kelam
Agar kusambut pagi yang cerah
Dengan sinarnya yang memancarkan harapan

Tapi tetap saja ku tak bisa membenci
Entah kenapa ..

Kamis, 02 September 2010

Biarlah... (Pesimiskah)


tak ingin menggapai matahari
karena matahari terlalu agung buatku

tak ingin mengejar bulan
karena bulan terlalu angkuh bagiku

tak ingin memeluk bintang
karena baginya aku hanya setitik debu

biarlah kubersama bumi
setidaknya itu sepadan untukku

Selasa, 31 Agustus 2010

MENGENANG

Masa lalu adalah kenangan

Sedetik dari masa lalu adalah pelajaran berharga

Sedetik dari masa lalu pada akhirnya akan membentuk sebuah cerita

Demikian juga dengan dia, dia dan dia diaku yang lain

Mengenang diaku yang singgah

Mengenang diaku yang hanya sekedar lewat

Mengenang diaku yang menjadi teman seperjalanan dihidupku

Membuka luka memang

Tapi ada kerinduan disetiap luka yang tertoreh

Ada senyuman disetiap kenangan

Walau tak ingin kembali

Tapi aku tak ingin kenanganku pergi