Selasa, 15 Mei 2012

#surat kaleng untuk capella soraya

Aku baru ingat surat ini pernah aku kirim ketika mengikuti 30 hari menulis surat cinta-nya pos cinta.. Gak nyangka ternyata masuk pilmod. Yah karena ini surat kaleng, mungkin di tag hanya ke akun yang dituju :)).. pantes aja aku baru tau hahaha..

Untuk "Miss Galau" @capellasoraya

Hai kakak centil yang sedikit imut.. hehehe.. Binun mau buat surat kaleng buat siapa. Jadi buatmu saja ya. Itung itung surat ini sebagai tanda terima kasihku karena kakak udah mau dengerin curhat galauku kemarin kemarin. Habisnya pada siapa lagi aku bisa menggalau kalau bukan pada ahlinya "miss galau". ya dirimu itu. Hahaha. *upz

Kakak centil..
Setelah YMan tadi malam, aku sempat mikirin saran kakak. Diam memang tidak menyelesaikan masalah. Memberitahunya maksud hatiku mungkin adalah jalan keluar kesalahpahaman antara aku dan dia.

Mengenai apakah dia mau  menerima penjelasanku atau tidak, tak ada salahnya mencoba. Setelah itu biarkan takdir yang mengaturnya. seperti katamu "cinta itu mengenai hati. Tapi takdir adalah hal yang berbeda." Jadi kuputuskan untuk tidak menyerah pada takdir. Toh dia belum diputuskan secara mutlak. Dengan kata lain, aku masih punya kesempatan untuk mengubahnya. Begitukan maksudmu ? *koreksi aku jika salah.

Ya sudah.. begitu saja ya kak.. menulis ini saja sebenarnya sudah membuat ragaku lelah luar biasa. Sakitku tak mau berkompromi. Tapi hatiku masih saja tak bisa memahami.

Sekali lagi makasih buat semua saran-sarannya. ^^

Dariku..
sssttt *rahasia*

Jumat, 04 Mei 2012

#Day 4 : Hari Kemarin

Hari ini hidup saya sangat sederhana. Terasa sangat datar dan lapar :)). Bangun pagi, menikmati kopi dan matahari. Sibuk berberes, apel pagi dan selesai tugas yang masih menanti. Disela-sela itu saya sempatin membuka dompet untuk sekedar untuk merenung. Memandangi batu dan mengingat kembali hal-hal yang terjadi dihari kemarin. Here We Go :

1. Kemarin papa masuk ruang operasi lagi. Tidak begitu jelas kenapa. Padahal baru dua minggu lalu kaki papa dioperasi. Karena HB papa rendah, papa membutuhkan donor darah. AB+. Diantara anak kami anak-anak papa ternyata tidak satu orangpun lolos dalam uji tes donor darah. Sementara di rumah sakit dan di PMI golongan darah ini gak ada. Kebingungan. Tapi syukurlah, temannya teman yang kemarin donorin darahnya buat saya mau kembali mendonorkan darahnya setelah saya hubungi lewat telpon genggam. Sungguh, saya merasa dia adalah perwakilan tangan Tuhan buat membantu saya. Terima kasih ^^.

2. Seorang teman kantor saya menikah dua hari lagi. Padahal baru kenalan ama calon suaminya itu sekitar sebulan. Jodoh itu sukar ditebak ya. Dan syukurnya, saya dinobatkan jadi pendamping mempelai  wanita :D.

3. Pra Rancangan Anggaran Dinas akhirnya selesai juga dikerjakan, setelah melalui masa sulit perdebatan dengan para kepala seksi dan kabid karena anggaran yang mereka ajukan terpaksa dipangkas. Syukurnya, setelah saya jelaskan dengan panjang kali lebar, akhirnya mereka mafhum. Demikianlah.

4. Beli TV baru.. yeyyy :))

5. Juga kulkas baru :)) #pamer

6. Kemarin untuk pertama kalinya dalam hidup saya bisa mengayuh sepeda sejauh 5 langkah kaki dewasa. Sesuatu ya :))

7. Kemarin liat status TL mantan, dan saya tidak lagi merasakan apa-apa. Tidak marah, tidak uring-uringan tidak mengurai air mata. Saya move on  pemirsa #jingkrakjingkrak

8. Ada seorang teman lama yang menawarkan bisnis distro. Katanya saya gak perlu keluarin modal besar. Cukup sediain tempat aja, dan isi distro semuanya dia yang atur. Wah.. tawaran yang sulit ditolak :D

9. Ada tawaran tas murah. On Sale di bisnis Online langganan :D.  #belibeli 

10. Kondisi tubuh : Saya ini model cewek kurusan. Udah makan banyak juga tetep aja timbangan gak jauh dari 43kg. Syukurnya, jadi gak boros duit buat beli baju. Karena baju ukuran size kecil banyak dijual murah :)). 


#Terima kasih Tuhan, telah memberikan saya banyak kelebihan disela-sela kekurangan saya
#Terima kasih juga kepada ibu yang telah mendidik saya menjadi perempuan yang mandiri
#Terima kasih Tuhan, karena telah diberikan orang-orang terbaik disekitar saya
#Terima kasih untuk semua cinta yang telah saya dapatkan

#Terima kasih Tuhan telah memberikan saya panca indra yang sempurna. Wajah mungil, sedikit jerawatan :D, hidung yang nungging, bibir yang tipis dan body yang kurus. Semua terasa sempurna menurut saya. Saya gak akan lagi mengeluh, kenapa jerawat diwajah saya tidak pernah hilang. Saya juga gak akan mengeluh kenapa kok dada saya tidak nyembul seperti kebanyakan perempuan. Saya mensyukuri semuanya Tuhan. Karena ini pasti yang terbaik buat saya. Dengan wajah yang sederhana seperti ini saja, saya sudah terlalu  banyak mantan, gimana jika diberi wajah sebaik tamara blezinsky :)). Pokoknya terima kasih, terima kasih terima kasih untuk semua kasih. 

Hidup tak perlu mengejar kesempurnaan, karena tak kan pernah ada yang sempurna. Yang terpenting adalah menjalani hidup dengan baik dan penuh rasa syukur. Karena syukur membuatmu mengerti bahwa tak ada yang lebih baik dari apa yang sudah kamu dapatkan. Azzalea


Wassalam !

Kamis, 03 Mei 2012

#Day 3 : God Is Always With You

God Is Always With You.... 

Kata-kata diatas terinspirasi dari blognya falafu. "God Is Always On Time". Tuhan selalu tepat waktu. Tentu saja akan begitu, karena Dia akan selalu didekatmu. Bersamamu melewati semual hal yang terjadi dihidupmu. Dia berada disela-sela tarikan nafasmu. Dia ada dijantungmu. Dihatimu. Dekat ditelingamu. Dia akan memberimu petunjuk kearah mana sebaiknya kau berjalan. Dan pada saat yang tepat, dia akan menarik tanganmu disaat kau kesusahan. Lalu, hal apa lagi yang patut membuatmu merasa khawatir jika ternyata selalu ada Dia bersamamu ?

Untuk itulah, untuk hari kemarin yang telah saya lewati sehari yang  lalu, saya ingin sekali mengucapkan syukur Alhamdulillah karena Tuhan telah menjadikannya sangat baik. 

1. Seperti biasa, setiap terbangun pagi ucapan syukur saya ucapkan atas nafas yang masih berada diraga saya. Tidak kurang sesuatu apapun. Dan terbangun tepat waktu seperti yang saya inginkan. 

2. Saya bersyukur, masih diberikan kesempatan menjadi ibu buat dua bocah cilik saya. Ah, menjadi ibu itu menyenangkan. Seru. Bayangkan, disaat semua orang masih terlelap, seorang ibu akan berperang didapur melawan api dan bau tak sedap bumbu masakan. Setelah semuanya beres, ibu mulai membangunkan anak-anaknya, memandikannya, memakaikan baju. Menyiapkan anak-anak untuk segera berangkat sekolah. Menyuapi mereka makan, menyiapkan bekal dan mengantar mereka sampai sekolah. Setelah itu, siibu lalu berberes. Nyapu, ngepel. Gak perlu nyuci karena gak sempat coz siibu juga harus masuk kantor tepat waktu dan gak boleh telat. Gak matching dunk, baik dirumah tapi zalim waktu dikantor. Harus balance. Ya gak :)). #abaikan.

3. Saya bersyukur, kemarin pagi mendapat berita bahwa ujian KKDK akan dilangsungkan pada hari Kamis depan. Itu artinya akan dilaksanakan pada hari kerja. Karena biasanya setiap ada ujian dinas akan diadakan pada akhir pekan. Itu artinya, jika itu terjadi, maka saya harus melewatkan waktu cuci darah saya yang biasanya juga dilakukan diakhir pekan. Alhamdulillah ya :) #Allah Maha Baik. 

4. Saya bersyukur, kemarin rapel kenaikan gaji PNS dibayar oleh Bendahara Gaji. Itu artinya saya mempunyai  tambahan rezeki. :D

5. Saya bersyukur, masih diingatkan Tuhan agar mau berbagi. Jadi dikantor saya itu agak bebas. Siapa aja bisa keluar masuk. Termasuk pengemis. Buruknya, suasana kerja sedikit terganggu dengan kehadiran mereka setiap setengah jam sekali. Belum lagi sales sales yang menawarkan barang ini dan itu. Tapi segi baiknya adalah dengan kehadiran mereka saya justru diingatkan untuk mau berbagi rezeki kepada orang yang tidak mampu dari saya. Kemudahan apalagi yang kamu inginkan saat kamu tak perlu lagi mencari kesempatan beramal baik, tapi justru kesempatan beramal  itu yang  datang kepadamu. 

6 . Saya bersyukur, setelah makan siang kemarin, tiba-tiba ada kiriman untuk saya datang entah dari siapa. Tadinya saya curiga itu bom. Wong gak ada alamat pengirimnya :D. Tapi untunglah, salah satu teman saya yang pemberani menawarkan diri membuka bungkusan tersebut. Dan taraaaaa. Sebuah Tas LV Ashanty Multicolour Semi Super ada dihadapan saya dengan anggunnya. Wow :)). Dari siapakah itu ? #ayo jawab !!

7. Saya bersyukur, akhirnya sepupu saya yang hilang seminggu kemarin menghubungi saya lewat facebook. Kemarin sempat kelimpungan, coz gak ada kabar dari dia. Orang tuanya yang ada di rantau juga panik. Saya apalagi. Karena sepupu saya itu tinggalnya sama mama, dan dia pergi dari rumah juga dengan seizin mama. Bayangkan gimana merasa bersalahnya simama. Dan saya sebagai anak paling besar mengambil alih tanggung jawab mama. #anak baik :D. Gak perlulah saya ceritakan gimana hebohnya saya bergerilya dari nomer hp yang satu ke nomer hp yang lain untuk mencari informasi tentang keberadaan sisepupu. Yang penting sepupu saya udah ketemu. Dan dia baik-baik saja :)).

8. Saya bersyukur, kemarin AC dikamar saya mati. Gak tau sebabnya apa. Baiknya, saya bisa berhemat listrik. Buruknya, PANAS BOOOO !!! :)).

9. Saya bersyukur, follower saya nambah 2 ditwitter hahaha... #penting.. 

Ternyata, ada banyak hal-hal kecil yang patut kita syukuri. Tidak begitu penting tapi harus diakui mampu membuat kita bahagia dan tertawa. Seperti follower saya yang nambah dua itu :)). Gak penting tapi saya bahagia :)). Alhamdulillah ya ^^. 


******

 Bercerita tentang hubungan tersulit itu susah. Karena mau tidak mau kita harus kembali membuka kotak pandora yang tadinya sudah digembok rapat. Mencari-cari kunci yang tepat dan memilah kenangan mana yang akan diingat. Yang baik kah atau yang burukkah ? 

Ibu mengajarkan saya untuk tidak menyimpan keburukan kedalam kotak pandora milik saya. Tapi yang baik-baik saja. Karena bagi ibu, tidak ada pengalaman atau kenangan buruk. Yang ada adalah pelajaran hidup yang sedikit sulit. Begitulah ibu menyebutkannya. 

Tapi baiklah, karena tugas selanjutnya adalah bercerita tentang hubungan masa sulit, maka saya akan sedikit bercerita tentang "dia", seperti janji saya tadi siang, Kenapa dia ?

"Dia" adalah seseorang dari masa lalu saya yang baru saja saya tinggalkan. Hubungan kami lumayan berjalan lama setahun. Tak ada masa yang terlalu sulit bagi kami. Karena kami jarang bertengkar. Hubungan kami baik-baik saja, tidak kekurangan cinta sedikitpun. Setiap malam "dia" menemani saya hingga saya terlelap. Bukan dalam arti negatif loh ya. Saya ini tipikal manusia kalong yang susah banget buat merem. Tapi suara dari seberang yang bercerita dengan canda dan cinta itu yang membuat saya terlelap.

Saya mencintai dia. Mungkin diapun begitu. Dengannya saya bisa merasa lepas dan bebas. Mungkin, bersama mantan saya sebelumnya saya akan merasa jaim jika ketika mengobrol tiba-tiba saja saya bersendawa. Tapi dengannya saya merasa tak ada beban. "Dia" pria yang sangat baik menurut saya. Bersamanya membuat saya nyaman. Bermanja-manja dengannya membuat saya menjadi satu satunya wanita yang paling disayang. Lalu apa yang kurang ? Tidak ada. Semuanya nyaris sempurna. Dan justru sayalah yang merasa tidak sempurna.

Saya bukanlah perempuan yang patut diidamkan. Sakit, lemah, bukan pecinta yang  baik. Saya ingin diperhatiin, tapi saya jarang memberikan perhatian lebih pada pasangan. Saya tahu, saat saya bermanja-manja diapun menginginkan hal yang sama. Tapi semua itu tidak saya lakukan. Terkadang mungkin iya. Tapi lebih sering tidak. Mungkin, karena saya yang lebih banyak membutuhkannya. Saya tak sempat memikirkan sebaliknya. Bagaimana jika ternyata justru dia yang lebih membutuhkan saya ? Egois. Mungkin seperti itulah gambaran saya waktu itu. 

Saya tidak suka kehidupan yang flat. Apalagi ini masalah percintaan. Hubungan kami yang datar datar saja dan adem adem saja justru membuat saya bosan. Mungkin saya salah satu dari wanita yang menyukai tipikal cowok yang dicap #badBoy. Pria yang sedikit nakal, disukai banyak wanita, penuh intrik dan berani. Gak heran, saya sering disakiti banyak pria. Lalu kenapa, ketika Tuhan memberikan pria yang baik pada saya, saya justru merasa bosan ? Mengeluh. Apa karena dia tidak menarik ? Datar ? Kurang greget atau apalah. Bukankah memang tidak pernah ada yang sempurna ? Seperti sebuah batu, bukankah akan menjadi indah karena "kau menyukainya". Begitupun dengan pria, dia akan menjadi "sempurna" jika kau memberikanya label seperti yang kau inginkan.

Setelah putus dengannya, saya mengalami  masa-masa sulit melupakan. Jawaban yang tepat adalah saya masih cinta. Saat saya harus melihat dia jalan bersama wanita lain walaupun itu bukan pacarnya, maka detik itu pula saya akan uring-uringan seharian. Saat saya lagi-lagi kembali bertemu dengan dia lewat tulisan di twitter, kembali hati saya terkoyak koyak. Nyesel ? Sangat. Mau balikan ? Maluu. Meski sulit, saya harus bisa mencari kebahagian saya yang lain. Tak ingin bertumpu pada satu hati yang sudah terlanjur saya sia-siakan. 

Sampai hari ini setelah tiga bulan yang lalu, setelah putus dengannya dan tepatnya saat pertama kali saya mengikuti #MagicalMay2012, saya baru menyadari satu hal bahwa saya menyia  nyiakan kesempatan mendapat pria yang baik menurut versi Tuhan. Bukan berarti pria yang mendampingi saya sekarang ini tidak baik. Yah baiklah menurut saya. Tapi saya tidak lagi menemukan "perhatian yang lebih seperti dulu". Tidak bisa lagi "bermanja-manja" seperti dulu. Tidak lagi bisa "bercanda" bebas seperti dulu ketika saya bersamanya. Ah.. ternyata saya memang kurang pandai bersyukur. Lagi-lagi saya mengeluh.

Lalu hikmah seperti apa yang bisa saya ambil dari kisah ini semua ?

1. Jangan pernah mengharapkan kesempurnaan dari pasanganmu jika kau bukanlah seseorang yang sempurna. Tak perlu mencari pasangan setampan Yusuf jika kau bukanlah seorang Balqis.

2. Yang terpenting dalam cinta adalah menerima. Menerima kekurangan pasangan, menutupinya dengan cinta yang tulus dan penuh kasih.

3. Terkadang saat kita diberikan seseorang yang mencintai kita dengan sepenuh hati, kita sering menyia-nyiakannya. Dan saat cinta itu pergi, maka penyesalan selalu menyertai. 

Saat ini, saya mulai belajar untuk tidak lagi mengeluh tentang pasangan. Menerimanya apa adanya dia untuk saya. Mungkin dengan tidak mendapatkan perhatian yang lebih seperti dulu, Tuhan mengajarkan saya "Sekarang giliran kamu yang memperhatikan..!". 

Dan saat ini pula saya tak ingin lagi mengeluh kenapa saya begini dan kenapa saya begitu. Kenapa harus saya, dan kenapa bukan dia ? Karena tentu saja, disaat yang sama Tuhanpun akan menjawab dengan tegas "Kenapa bukan kamu ?"



Rabu, 02 Mei 2012

#Day 2 : Sebuah Batu dan Pelajaran Berharga



Ceritanya, ketika kemarin baca tugas #Day 2 dari @Dear_Connie dan @kikisuriki di  sini, saya sempat shock.. What ? Batu ? Mau diapain tuh batu :)). Tapi sudahlah. Namanya juga tugas. So pada akhirnya saat jam makan siang kemarin itu, bukannya nyari makan, saya malah ubek ubek batu yang berserakan depan kantor hahaha. Niat banget. Hampir sejam saya milihin batu yang pas ditangan saya. Tapi seperti jodoh, tidak ada satupun batu yang memiliki chemistry dengan saya. Semuanya hanya terlihat seperti layaknya sebuah batu. Tidak ada yang istimewa. Tak mau berlama-lama dan juga tak mau menjadi tontonan orang sekantor :D sayapun akhirnya memutuskan untuk menyudahi perjuangan saya #halagh mencari batu "Inception". Demikianlah.

Pagi tadi, saya sempat kepikiran buat nyari batu lagi di toko  bunga. Disitu pasti banyak koleksi batu batu bagus buat hiasan. Tapi lagi lagi, kembali terkendala dengan kerjaan kantor yang numpuk. Saat sore, ketika nunggu apel sore iseng-iseng saya buka twitter. Saya baru ingat tentang proyek "batunya" Dear_Connie and kikisuriki. Duh belum nemu batu. 

Tapi sayang disayang, takdir tidak berpihak pada saya #halagh. Setelah apel sore, niat yang demikian bulat demi mendapat sebuah batu yang didambakan kembali terhambat dengan derasnya guyuran hujan yang mendadak turun menghalang. Tunggu ditunggu, hujan tidak juga reda. Malah bertambah lebat. Akhirnya saya putuskan untuk mengais-ngais batu dipinggiran teras kantor. Boro-boro nemu, saya malah jadi bahan ledekan temen temen kantor :D.

Selepas maghrib, upaya mencari batu dilanjutkan. Tapi cukup didepan rumah aja. Berbekal lampu senter, saya mulai memilih milih batu yang sedikit unik. Menggenggamnya, merasakan chemistrynya. Gak dapet. Susah memang. Saya berpikir, ternyata memilih batu yang cocok itu seperti memilih jodoh. Nyari yang pas itu susah. Udah dapet yang ini, tapi kok ngerasa gak cocok. Gak sreg. Cari lagi yang itu, tetep gak cocok.  Karena memang, kalo nyari yang pas banget ama selera and kriteria yang kita inginkan tuh gak bakal dapet. Pasti ada aja kurangnya. Mirip banget ama jodohkan ? 

Akhirnya, saya putuskan untuk memilih batu yang bentuknya tidak  begitu bulat dan tipis. Alasannya sih gampang aja. Enak digenggam dan bisa dimasukin dompet :D. Kenapa di dompet ? Karena dompet adalah sesuatu yang sering banget saya buka. Mau sarapan, buka dompet. Mau kerja, buka dompet. Mau bayar hutang juga buka dompet hehehe. Jadi dengan demikian, jika saya melihat batu itu, saya akan selalu diingatkan untuk bersyukur. Karena inilah tujuan kenapa batu itu harus ada di dompet saya :D. "Alhamdulillah, ternyata isi dompet saya sampai saat ini masih ada :)..". 

Dan pada akhirnya, saya patut berterima kasih kepada Dear_Connie dan kikisuriki karena idenya yang sedikit konyol. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari ide konyol ini.

1. Saya teringat salah satu kata yang terdapat dalam buku Ranah 3 Warna. Man Jadda Wa Jada. Barang siapa yang bersungguh-sunggung, maka mendapatlah ia. Dan "Man Shabara Zhafira" Barang siapa yang bersabar maka dia akan beruntung. Seperti saya, dan mungkin juga teman-teman yang lain yang sudah berjuang menemukan sebuah batu idaman. Sabar dan dan akhirnya beruntung mendapatkan :).

2. Mencari batu diantara ribuan jenis batu, ibarat mencari jodoh.  Diperlukan usaha untuk menemukannya. Seperti jodoh, ia tak akan datang begitu saja. Dia harus dicari, diperjuangkan. Karena biarpun sudah ditakdirkan, tapi Tuhan tak akan memberikan sesuatu kepada hambanya yang tidak mau berusaha.

3. Batu yang kecil yang saya miliki sekarang mungkin adalah salah satu dari pecahan-pecahan batu hasil dari usaha seseorang. Kenapa demikian ? Saya ingat, saya pernah menonton acara tv tentang seorang pengrajin batu. Bisa kita bayangkan, bagaimana kerasnya kehidupan mereka. Dengan batu-batu yang mereka pecahkan, mereka dapat memberi makan keluarga mereka. Pecahan batu yang acak, tidak indah tapi bisa bermanfaat bagi semua orang adalah hasil kerja keras para pengrajin ini. Bayangkan, jika tidak ada mereka, bagaimana kita bisa membangun rumah. Bagaimana kita bisa membuat jalan raya, membangun jembatan. Tidak akan bisa. Dan yang patut saya syukuri adalah saya tak perlu bekerja terlalu lelah seperti mereka demi memenuhi kebutuhan saya. Batu ini, mengajarkan saya untuk bersyukur dengan keadaan saya sekarang.

4. Batu ini mengajarkan saya untuk berpuas hati. Tidak ngoyo dan apa adanya. Bayangkan, jika saya mengharapkan batu yang sangat indah menurut versi saya. Tak ada habisnya. Karena ibarat langit, diatasnya masih ada langit lainnya. Cantiknya suatu benda juga tidak mutlak. Dia akan kelihatan cantik jika seseorang menyukainya. Saya teringat salah satu kata dari Hellen Keller "Segala hal memiliki keajaiban, termasuk kegelapan dan kesunyian. Dan aku belajar bahwa bagaimanapun keadaanku pasti ada kepuasan didalamnya." Seperti saya, yang menemukan batu bulat tak berbentuk tapi saya suka. Saya puas dengan hasil temuan saya :D #alesan. 

Jadi untuk hari ini dan seterusnya, bersama "batu" didalam dompet saya, saya akan selalu mengingat bahwa setiap apapun yang saya dapatkan, semua adalah nikmat yang tak terhingga dari Yang Maha Kuasa. Dan saya harus senantiasa bersyukur karena sudah mendapatkannya. Alhamdulillah.

Bukan kebahagiaan yang membuat kita mengucapkan terima kasih, tapi rasa terima kasih yang membuat kita menjadi bahagia.- Albert Clarke

Selasa, 01 Mei 2012

Penulis

Jika ada yang bertanya pada saya "Apa yang dibanggakan dari seorang penulis ?" Maka saya akan menjawab "Yang dibanggakan dari seorang penulis adalah tulisannya yang bisa dibaca oleh semua orang." Itu saja.

Baik buruknya, ide yang tertulis pasti akan menginspirasi setiap orang yang akan membacanya.

#Day 1 : Terima Kasih Tuhan

Menyambut fajar menatap terbit cahaya pagi, disetiap keindahannya serasa ada syukur yang terkadang setiap hari terlupa untuk diucapkan. Padahal Tuhan sebagai pemilik semesta tak pernah meminta hambanya untuk membalas segala nikmat yang telah diberikan. Tapi cukup untuk bersyukur. Itu saja. Itu pulalah yang memicu saya untuk mengingat kembali setiap moment yang patut saya syukuri. Dan denting waktu serasa mengingatkan saya "sudahkah kamu menyentuh tangan Tuhan hari ini ?"

1. Saya bersyukur, bahwa hari ini Tuhan masih memberikan saya kesempatan untuk kembali memiliki nafas. Mengingat semalam rasa nyeri di perut dan pinggang saya hampir membuat saya menyerah dan pasrah. Ada wasiat yang sempat saya sampaikan dalam doa saya pada Tuhan "Tuhan, jika malam ini waktuku, tolong jaga anak-anakku, karena mereka telah kehilangan satu ibu. Jika harus kehilangan satu ibu lagi, berikan mereka ibu yang lebih baik." Tapi ternyata Tuhan Maha Baik. Setelah membaca shalawat Nabi sebanyak yang saya mampu, rasa sakit itupun hilang, dan tanpa sadar saya tertidur dengan sangat lelap hingga azan subuh berseru memanggil.

2. Saya bersyukur, dan sangat bersyukur memiliki dua ibu da dua ayah yang menyayangi saya. Ada banyak orang yang merasa perceraian kedua orang adalah sebab kehancuran anak-anak mereka. Entah mengapa saya tidak sependapat. Karena bagi saya, menikah tidak berbeda dengan masa pacaran. Terkadang ada prinsip yang tidak dapat disatukan. Terkadang rasa cinta bisa saja hilang. Tapi anak-anak tetaplah anak-anak. Yang wajib patuh kepada orang tua. Gak perlu menghujat orang tua karena keputusan mereka untuk berpisah. Anak juga tidak bisa egois. Orang tua tetaplah manusia yang punya hati dan juga cinta. Mereka juga berhak bahagia dan memiliki pasangan yang dapat menemani mereka hingga akhir hayatnya. Dan saya sangat bersyukur, ayah dan ibu, mama dan papa memberikan kasih sayang yang tidak kurang sedikitpun pada anak-anaknya. 

3. Saya bersyukur, hari ini masih diberi pekerjaan dengan gaji yang lumayan. Sangat bersyukur memiliki rekan kerja yang sangat baik dan mendukung saya disetiap pekerjaan. Bahkan selain teman kerja beberapa diantara mereka adalah teman tempat saya berkeluh kesah, berbagi cerita dan canda.

4. Saya bersyukur, bahwa pada akhirnya saya diberikan jodoh yang tepat oleh Tuhan. Pacaran bertahun tahun ternyata tidak menjamin bahwa seseorang yang pernah kita cintai adalah orang yang tepat untuk kita. Saya selalu berdoa pada Tuhan, "Tuhan, berikan saya jodoh, seseorang yang telah Engkau pilih untuk saya." itu saja. Tidak ada embel embel harus ini dan harus itu. Karena jika Tuhan memberikan saya lelaki yang pada akhirnya akan saya nikahi, maka dialah yang terbaik menurut Tuhan. Pastinya akan terbaik pula menurut saya. 

5. Saya bersyukur, ada banyak hal-hal yang tidak terduga yang terjadi dihidup saya. Seperti minggu lalu saya sempat kebingungan saat harus transfusi darah di salah satu Rumah Sakit Umum di daerah tempat saya tinggal. Golongan darah AB adalah darah yang langka disini.  Tapi untungnya, saat itu ada seseorang yang tidak saya kenal, temannya teman kantor saya yang kebetulan ikut menjenguk saya di Rumah Sakit. Beliau prihatin dengan keadaan saya yang sudah kepayahan. Dan akhirnya beliau mau menyumbangkan 1 kantong darahnya. Alhamdulillah.

6. Saya bersyukur, masih diberikan cinta yang besar oleh orang-orang yang berada disekitar saya. Tidak hanya dari mereka, saya juga merasakan cinta yang besar dari teman-teman yang hanya saya kenal di dunia maya. Seperti waktu itu ketika papa masuk rumah sakit dan harus dioperasi karena luka dikakinya yang semakin membesar. Papa adalah penderita diabetes. Waktu itu kami hanya pasrah. Memohon kepada Tuhan agar supaya kaki papa jangan sampai diamputasi. Diambang batas putus asa, saya memohon doa dari teman-teman disalah satu jejaring sosial. Dan saya bersyukur, banyak teman teman yang mendoakan papa, dan alhamdulillah, operasinya berjalan sukses tanpa harus mengamputasi kaki papa.

7. Saya bersyukur, diberi kesempatan merawat dua orang anak yang ditinggal wafat ibunya. Mereka adalah anak anak kakak saya. Merawat dan memelihara mereka adalah keberuntungan buat saya. Merekalah yang membuat hidup saya ceria. Penat yang terasa ketika pulang dari kerja seketika luluh ketika melihat senyum mereka merekah menyambut saya pulang serasa memanggil saya "mama pulaaaang..". Anak-anak yang lucu, anak-anak yang saya cintai. Meski terkadang suka bikin saya kesal karena tingkah laku mereka tapi saya mencintai mereka. Lucu sekali, jika teringat setiap ada pria yang bertanya pada saya, itu anak-anaknya ya mbak, dan saya menjawab iya. Lalu mereka bertanya lagi, "Oh.. ayahnya kemana mbak ?".. "Ayahnya gak ada mas..!" jawab saya.. lalu si masnya pasti akan ngomong gini.. "Janda ya mbak.." hahaha.

8. Saya bersyukur, pada akhirnya saya bisa mandiri. Semenjak diterima bekerja disalah satu kantor pemerintah, punya gaji tetap, bos yang baik, rekan kerja yang menyenangkan, dan akhirnya bisa memiliki rumah dari hasil keringat sendiri. Fabiayyi Aalaairabbikuma tukazziban ?

9. Saya patut bersukur. Ketika tahun lalu, saya ingin sekali bisa mengendarai sepeda motor. Daerah tempat saya tinggal sekarang adalah kota yang kecil. Walaupun memiliki mobil, tapi saya jarang sekali mengendarai mobil kekantor. Rasanya gak cocok aja. Seorang pegawai negara golongan III kekantor aja yang jaraknya cuma 5 menit dari rumah harus bawa mobil. Sungkan. Itulah. Sementara untuk mengendarai sepeda motor saya gak bisa. Takut tepatnya. Akhirnya, seperti anak SD umur 6 tahun, saya harus belajar mengendarai sepeda dulu. Latihannya juga sama anak-anak saya yang kebetulan  lebih mahir dari saya. Hahaha. Ternyata orang dewasa gak boleh sungkan belajar sama anak kecil :)).

10. Akhirnya saya bersyukur, pada siang ini, disela-sela waktu kerja yang sempit saya masih bisa menyelesaikan tulisan ini. Walaupun dengan nafas ngos ngosan karena kejar kejaran ama kerjaan hehehe. 

Dan Alhamdulillah, biarpun rasa syukur yang saya tuliskan tak sebanyak nikmat yang telah Tuhan berikan pada saya, tapi saya berharap setiap katanya mampu mewakilkan rasa terima kasih saya yang sedalam-dalamnya. Terima kasih Tuhan. Terima kasih. Terima kasih.


Rabu, 25 April 2012

Menjadi Ibu

Jika ada yang bertanya padaku "Apa yang kamu banggakan dari figur seorang perempuan?". Maka detik itu juga aku akan menjawab "Bisa Menjadi Seorang Ibu". Seperti Ibuku. Aku masih ingat ketika dulu masih kecil. Ibu yang punya pekerjaan di salah satu harian surat kabar di Kota Padang mau merelakan pekerjaannya demi mengurus kami, anak-anaknya yang waktu itu masih kecil. Senang sekali rasanya ketika setiap hari bisa bertemu dengan ibu dirumah. Memakan makanan hasil masakan ibu. Memakai baju hasil jahitan tangan ibu. Belajar bersama ibu. Dan memeluk ibu ketika tidur. 

Di hari Kartini 3 tahun lalu, aku pernah bertanya pada ibu. Apa harus menjadi wanita karir agar bisa disebut seorang Kartini ? Ibu tersenyum. Katanya, tidak harus bekerja diluar rumah untuk menjadi Kartini. Kartini bisa berada dimana-mana. Bisa dikantor, di jalan raya, ataupun dirumah. Karena bagi ibu, Kartini hanyalah sebuah simbol tentang perjuangan perempuan. Untuk dirinya, untuk masyarakat juga untuk keluarganya. Jika keluarga kecilnya lebih membutuhkannya dirumah, tidak ada salahnya untuk tetap dirumah dan mengurus keluarga. Toh ada si Bapak yang bertugas buat mencari nafkah. Ibu juga bilang, jangan memandang sebelah mata kepada perempuan yang lebih memilih untuk tinggal dirumah dan mengurus anak-anaknya. Karena ditangannyalah pahlawan-pahlawan bangsa terlahir. 

Tapi bukan berarti menjadi wanita karir itu tidak baik. Bagi ibu, perempuan adalah makhluk yang hebat. Multitalenta. Dia bisa menjadi ibu dirumah, mengurus anak-anaknya juga suami. Disamping itu perempuan juga bisa menjadi pekerja yang baik. Berapa banyak perempuan yang memiliki beberapa pekerjaan sekaligus, sebagai pengusaha, pendidik, dokter, pejabat negara bahkan presiden. Pernah dengarkan ada istilah yang mengatakan "behind the great leader are ladies". Tapi ibuku lebih memilih menjadi Ibu Rumah Tangga. Karena bagi ibu melihat anak-anak tumbuh menjadi dewasa dan mendidik mereka dengan tangannya sendiri merupakan suatu kebanggaan seorang perempuan. Ah Ibu. Aku sangat bangga padamu. Dengan pemikiranmu yang sederhana bisa mendidik kami menjadi anak-anak yang mandiri. Bagiku, ibu adalah Kartini sejati.

Senin, 02 April 2012

Tak Ingin Bersaing

Ajak aku bersaing denganmu tentang apa saja. Aku akan menurutimu. Tapi satu yang aku gak bisa. Jangan ajak aku bersaing tentang cinta. Karena jika kau memaksaku melakukannya maka aku akan melepaskannya. Karena cinta bukanlah tentang persaingan mendapatkan hati. Tapi perjuangan. Dan untuk itu, kamu harus tulus melakukannya.