Senin, 22 November 2010

meski

mungkin ini akan menjadi pagi yang kelam
meski mentari tak mengisaratkan bayangan pergimu
dari perpisahan sementara kita dulu
hingga perpisahan abadi kita kini
meski harapku adalah
mentari akan tetap bersinar
samarkan gemuruh ratapan hati
gantikan awan tebal yang menyelimuti bening air mata dara



mengapa harus seperti ini diriku kau tinggalkan ?
bahkan bayanganmupun tak kau tinggalkan ?

kini, dinding bisu jadi saksi
seakan tak ingin memaki
diam sunyi
seakan tak ingin menjadi tembok ratapan
maka maaf...
saat tiba tiba bibirku tersungging selaksa senyum
samarkan luka yang mengering
pada hati yang tersayat
lalu berhenti lunturkan harap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar