Selasa, 28 Desember 2010

Di Penghujung Desember



Angin menghembuskan sisa nafas di penghujung desember
Tersengal sengal cecarkan hawa dingin menusuk
Waktu melompat lompat enggan menjemput hari
Seenggan mentari yang redup malu malu sembunyikan diri

Dan Bila



Bilamana kenangan itu datang bertandang
kan kusambut dengan seuntai senyum
lalu berbincang sedikit tentang masa lalu
sekedar bercengkrama redupkan rindu

Ada Yang Jatuh



malam ini
kau menemaniku mengatup mata
lalu mendendangkan lagu dalam sunyi
keheningan membuncah malam yang pekat
redupkan temaram lampu yang memijar
kibaskan dedaunan malam yang tertiup angin

Senin, 27 Desember 2010

Kenangan Selaksa Luka



bulan menatapku nanar
mengernyitkan sebelah matanya menatapku heran
apa yang kau pikirkan gadis ?
saat hati tak lagi untukmu, apa yang kau tangiskan, katanya

Hukum Tabur Tuai

Seperti menanam benih pada sebuah pot penuh tanah subur. Seperti itulah kita menanamkan perkataan pada untaian kalimat yang kita ucapkan. Jika perkataan itu baik, maka baik pula respon yang kita dapat. Jika perkataan itu tidak baik dan tidak enak didengar, maka jangan marah jika dibalas dengan perkataan yang lebih pedas lagi.

Jumat, 24 Desember 2010

Putus cinta : Bukan Kiamat !


Kemarin sore saya dicurhatin temen yang lagi patah hati. Sambil nangis, berurai air mata duka, dia cerita soal pacarnya yang minta putus tanpa sebab. "Kenapa sih le, dia tega ninggalin gw, salah gw apa coba ?" Nah giliran saya yang bingung mau jawab apa. Yang pacaran dia, napa nanyanya ke saya.. Saya coba kasih saran "Udah lah ta, mungkin ini yang terbaik buat lo, juga dia. Ntar suatu saat lo juga tau, kenapa lo diputusin doi. Coba deh intropeksi diri dulu. Lo ngerasa punya salah gak selama ini ?"

Rabu, 22 Desember 2010

Kau Ingkar !



kita telah berjanji untuk tidak saling menyimpan kenangan
setelah malam itu
luka yang kau sayat dihati menikam pilu
aku tahu..
aku gak akan sanggup

Peta Hati


sebenarnya kau sudah punya peta hatiku
tapi acapkali kau membuat kesepakatan dengan ketidakpercayaan, lalu
semua pun hilang tanpa arah.
Padahal kau hanya tinggal berjalan melewati jalan itu
lalu menyeberang melalui jembatan didepannya
maka kaupun akan sampai disini
dihatiku.....

Jangan Menangis Ibu


Perempuan mungil itu menyeka air mata yang mengalir dipipinya. Diusapnya juga buliran air yang menggenang dimata tua ibunya.
"Jangan menangis ibu.. ! Katanya

Ternyata AKu Tak Pernah Menyadarinya






Apakah aku akan menemukan orang yang tepat ?

Pertanyaan itu selalu berkecamuk dikepalaku. Sejak pertama kali mengenal istilah cinta monyet hingga kini aku menginjak usia 24 tahun pun, aku masih saja berkutat pada pertanyaan bodoh ini. Aku sering berpikir, seperti apa sosok yang dapat dikategorikan tepat? Apakah harus memiliki sorot mata indah, lengan kuat, atau hati yang tulus bak malaikat? Aku sering mendengar pula celoteh-celoteh segelintir orang yang memaknai tepat hanya untuk seorang pria yang tampan dan mapan. Benarkah?

Selasa, 21 Desember 2010

Tua Bukan Berarti Lapuk


Tadi saat makan siang, aku dan beberapa teman seruangan seruan seruan di salah satu cafe dekat dengan kantor tempat aku bekerja. Hari ini salah satu rekan kerjaku merayakan ulang tahunnya. Mumpung makan gratis, lumayan juga bisa perbaiki gizi. senyumkenyitsenyumkenyitsenyumkenyit

Disela sela canda, temanku ini melontarkan pernyataan : umur bukannya makin nambah, malah makin kurang. sampai hari gini lum bisa ngapa ngapain. wew.. halooo.. maksudnya lum bisa ngapa ngapain maksudnya apa nih ? temenku itu cuma nyengir.

Yupz tentu aja aku ngerti apa yang dia maksud. Belum bisa ngapa ngapain hanyalah ungkapan ketidak puasan dirinya terhadap apa yang telah dia capai. Aku sih maklum saja. Bukan hanya temanku yang ngerasa gitu, mungkin hampir setengah penduduk bumi pernah ngalamin hal yang sama. Karena merasa tidak puas diri memanglah menjadi sifat manusia. Dan rasa tidak puas ini akhirnya menekan perasaan sehingga lupa untuk bersyukur atas apa yang telah dicapai.
Padahal hanya dengan bersyukurlah kita dapat lebih memaknai arti hidup dan merupakan cara terindah untuk menjalaninya.

Masa muda. Mungkin tidak semua orang menjalaninya dengan indah. Sebagiannya malah disibukkan dengan mengeluh. Kenapa aku begini, kenapa aku begitu. Kenapa harus dilarang begini. Kenapa harus mengerjakan itu, padahal masih ingin bersenang senang mumpung masih muda. Padahal kalau tahu aja, justru saat muda beginilah kesempatan untuk mengerjakan sesuatu yang lebih positif. Mumpung isi kepala masih cespleng, tenaga juga lagi gede gedenya. Kenapa tidak berbuat aja yang lebih berguna dari pada hanya sekedar menghabiskan waktu berhura hura dan menghabiskan uang orang tua.

Aku sih gak munafik kalo bilang, masa muda dulu full hura hura Tapi hura hura yang bermanfaat. (cie masa muda : berarti udah tua dunk.. hadew.. baru nyadar). Kenapa aku bilang bermanfaat ? Karena aku selalu mengerjakan sesuatu berdasarkan porsinya. Biarpun gak bisa melakukan sesuatu yang luar biasa. Saatnya belajar aku akan belajar serius. Saatnya ingin hang out dengan teman teman ya gunakan waktu secukupnya saja. Yang terpenting tetap berada pada jalur yang lurus dan gak neko neko. *loh kenapa jadi bahas aku tension ... yuk dilanjut !! malu

Back to topik. Bertambahnya usia, semestinya bertambah banyak hal yang kita ketahui. Karena selama di perjalanan menuju umur yang terus bertambah kita akan mengalami banyak hal. Andai saja apa yang kita jalani itu bisa kita maknai dan kita sukuri... alangkah indahnya perjalanan hidup kita menuju masa yang akan datang. Karena kita tidak akan mengalami yang namanya penekanan perasaan untuk mendapatkan yang terlalu lebih. Seperti yang aku sebutin tadi.. kuncinya adalah banyak banyak bersyukur. Toh dengan bersyukur tidak akan menghalangi kita untuk meraih mimpi.

Bertambahnya usia, bukan berarti kita harus menjadi lapuk karena usia. Tapi harus sarat akan pengetahuan dan pengalaman. Jika kita menyadari bahwa umur kita makin bertambah dan jatah hidup justru makin berkurang, pastilah kita akan menyiapkan bekal menuju kehidupan yang benar benar kekal. Yang lebih abadi. Dan ini akan menjadi semacam warning buat kita untuk selalu berbuat lebih baik lagi untuk kedepannya. Bener gak ? ketukmeje

Rasulullah bersabda:

"
siapa yang hendakkan dunia, maka hendaklah dengan ilmu. siapa yang hendakkan akhirat, maka hendaklah dengan ilmu. siapa yang hendakkan kedua-duanya, maka hendaklah dengan ilmu"

Dan sekarang, dengan gaya penjual obat pinggir jalan, aku pengen nawarin sebuah produk yang dinamakan *semangat hidup* yang resep racikannya sangat sederhana yaitu : BERJUANG + SYUKURI dan NIKMATI + MAKNAI .. dijamin hidup akan terasa lebih indah celebrate


SO ... just open your eyes, and see that life is beautiful.. Ganbatte !! tinju

Senin, 20 Desember 2010

Ruang Hati


Hatiku ini
Ada satu ruang yang kukosongkan untukmu
Kujaga setiap pagi dengan cinta dan rindu
Kusemai bersama cahaya cerah mentari
Tak redup meski merah saga senja berlalu

Tidak kah kau ingin singgah suatu waktu
Sebab ruang ini tlah lama kosong menantimu
Ditepian hati masih ada rindu untukmu
menunggumu hingga akhir hidupku

Aku, dan Kisah bersama Ibu

Tak banyak kenangan yang tersimpan di memori kepalaku tentang sosok seorang mama. mungkin karena aku hampir tidak pernah merasakan kasih sayang seorang mama kepadaku. dari kecil aku sudah belajar hidup mandiri. maklum saja, keluarga kami bukanlah keluarga yang harmonis. papa dan mama sudah tidak bersama lagi semenjak aku berumur 5 tahun, setidaknya itu yang kutahu dari nenek. semenjak itu aku banyak menghabiskan waktu di rumah nenek, juga kakak dan adikku.

Ku Titip Rindu



aku menitipkan rindu pada desiran angin
lalu diam diam memintal awan
dan menaunginya dengan wajah merah saga senja
aku ingin rinduku sampai saat pekat tiba
agar aku bisa melihat wajah kekasihku
dalam buaian rembulan yang dingin memeluk malam


No Body...



"No body can hurt you without your permission"

-Mahatma Gandhi-



Jumat, 17 Desember 2010

Ruam Rindu



siapa yang akan mengirim ribuan kata
lewat malam dan desiran angin
telah biru tulangku
ruam membekas karena rindu
ada lagikah nyanyian pagi
yang akan menjemput tangis malamku
yang masih kusisakan
dalam seonggok tissue basah laraku

Kamis, 16 Desember 2010

Seribu Warna Tanpa Makna



Setinggi apapun langit digapai
jangan lupa jejakkan kaki dilantai
karena keindahan mata
terkadang hanyalah fatamorgana

Dan....


aku sakit
kamu terluka
aku lelah
kamu bosan
aku jengah
kamu hampa
dan kita
berpisah
sudah

Hanya...


aku hanya ingin menulis
menulis tanpa sekat yang pekat dan terikat
menulis isi hati yang terungkap
lewat goresan kata yang terbentuk sempurna

Rabu, 15 Desember 2010

Dibalik Rinai Hujan



aku menyulam wajah dalam rintik hujan
menyatukan satu persatu kepingan bulirnya yang berserakan
membentuk seraut wajah yang tersirat
dari sudut sudut kenangan yang tersisa
yang hampir saja punah karena lelah