Rabu, 04 Agustus 2010

Hati Yang Retak


Tahukah kamu saat ini aku ingin menangis. Dada ini terasa sesak seperti ada sesuatu yang mau keluar. Dan beberapa detik sesudahnya ada buliran air panas yang keluar dari mataku.. Aku menangis.. Membiarkan diri ini tersedu sedu menumpah segala rasa sesak didada..

Tangisan ini menyadarkan aku akan kehilanganmu. Mungkin sekarang belum tapi semua akan terjadi. Cepat atau lambat, aku hanya akan menunggu waktu saja.. Dan perjalanan menuju kehilangan ini benar benar membuat hatiku retak. sakiiiit... berkali kali aku memikirkan.. ada apa denganmu, dengan semua perubahan yang ada di dirimu,.. apa salahkuuu,,, ??

Kamu, sadar gak ? setiap kali kamu diam aku selalu merasa khawatir. Setiap kali kamu gak ada kabar, entah pikiran apa yang ada dikepalaku. Benar benar seperti benang kusut yang susah untuk diperbaiki lagi. Apakah kamu rasakan rasa sakitku setiap kali aku sadar sayangmu tidak lagi seperti dulu. Tahukah kamu kepedihanku saat aku mempererat genggamanku, kamu justru ingin melepaskannya...

Tak mengertikan dirimu betapa aku sangat bergantung padamu. Padahal dulu aku tidak begini. Aku yang sekarang sangat takut untuk menjadi diri sendiri. Takut kamu gak suka. Takut kamu gak ingin. Dan seperti inilah aku sekarang. Semakin terperosok dan terombang ambing saat genggaman tanganmu mulai melemah. Aku mulai kehilangan arah. Seperti angin yang bertiup tak tentu kemana tujuan.

Tak inginkah kau tahu.. air mata ini sungguh tak mau berhenti. Aku tidak minta untuk dikasihani. Jadi aku berpikir.. Jika memang hatimu bukan untukku carilah kebahagiaan baru. Mungkin kamu sudah menemukannya, tapi terlalu mengasihani diriku hingga kamu tak tega.. Mungkin aku gak akan rela.. tapi aku harus bisa menerima. Hati ini tak ingin pecah berkeping keping. Jadi biarkan saja dia retak. Suatu saat retakan itu pasti akan menyatu kembali. Entah kapan .....


Tidak ada komentar:

Posting Komentar