Senyum adalah salah satu cara tubuh berkomunikasi tanpa harus mengucapkan kata. Senyum adalah anugerah terindah yang diberikan Tuhan pada kita. Senyum merupakan satu kebutuhan manusia yang gratis dan sederhana yang memberikan dampak yang begitu besar, tidak hanya pada diri kita, tapi juga kepada orang-orang disekitar kita.
Senin, 01 November 2010
Minggu, 31 Oktober 2010
Rahasia Hati Seorang Ayah
Entah kenapa, saya selalu berbeda paham dengan papa tentang apa aja. Suatu ketika papa menginginkan saya bekerja diperusahaannya, tapi saya bukan tipe orang yang suka nangkring dengan kesuksesan orang tua. Saya lebih memilih hidup dari nol, sehingga saya tahu bagaimana perihnya berjuang dari awal, dan ketika akhirnya menuju puncak, maka saya bisa merasa bangga akan jerih payah saya, dan itu bisa jadi bekal dan contoh buat anak anak saya. Tapi tidak dengan pendapat papa. Papa pernah bilang "kamu sombong.. dikasih kerjaan ama orang tua kok malah gak mau.. gak menghargai dan bla bla bal.." Saya hanya diam dan memendam sendiri semua omelan omelan papa. Dongkol. Pastilah. Tapi melawan orang tua gak ada gunanya. Selain bikin hati tambah dongkol karena gak bakal menang berargumentasi dengan orang tua, melawan sama saja dengan menjadi anak durhaka.
Selasa, 26 Oktober 2010
Bersama Bulan Bulat Penuh
Masih pada malam yang menggelayut sepi
Dengan semburat sinar rembulan bulat penuh
Dan ada lima titik sinar bintang berkelip
Terduduk aku pada keheningan menjemput
Disini..
Ada sebuah hati yang terkoyak
Tempat semua harapan yang dulu dititipkan
Tak usah kau cemaskan
Aku pasti baik baik saja
Kau pernah menulis dalam selembaran kertas berwarna biru
“Jangan pernah menggantung harapan padaku”
Tapi kau salah, kau bukan lagi harapan ku
Kau adalah hidupku
Meski kini kau telah buyarkan asaku
Tuhan pasti dengarkan setiap jerit tangisku
Kini bersama terang bulan bulat penuh
Kembali aku mengurai kumpulan cerita
Menghitung helai demi helai lembaran kertas luka yang mengering
Bersama tapak batas anganku
Aku percaya
Kekasih akan kembali membingkai rindu
Jadi..
Berhentilah jika kau lelah
Dalam kepenatanmu aku hadir dengan cahaya
Yang menantimu dipersimpangan jalan
Tempat mengistirahatkan tubuh penatmu
Bersama bulan bulat penuh
Aku menanti waktu itu
senandung rindu
Kali ini..
Malam menyuguhkan bulir hujan satu satu
Romantisme dingin menusuk tulangku
Diiringi tembang lagu sendu
Menggelitik otakku dengan nada nada rindu
Ah..
Aku memang rindu
Pada saat bulir hujan jatuh satu satu
Ada kamu
Ada aku
Ada senandung rindu
Malam menyuguhkan bulir hujan satu satu
Romantisme dingin menusuk tulangku
Diiringi tembang lagu sendu
Menggelitik otakku dengan nada nada rindu
Ah..
Aku memang rindu
Pada saat bulir hujan jatuh satu satu
Ada kamu
Ada aku
Ada senandung rindu
senyum yang sesaat
Senyum itu hanya kunikmati sesaat
Meski kutangkap tapi tak sempat kuabadikan
Senyum dibibir penuh luka
Karena duka yang serakah
Merenggut bahagia tanpa rasa iba
Senyum itu hanya sekejap
Tersungging lalu hilang
Terkulum bulat bulat
Oleh duka yang terpahat
Senyum itu hanya hadir sesaat
Terlukis diwajah merah darah
Lalu hadir tangisan
Aku meringis
Menggenggam rindu
Dalam dada yang tertikam pilu
Senin, 25 Oktober 2010
Lidah itu Tajam, Jendral :)
Sufyan Ats-Tsauri berkata,"Bila saya menyerang seseorang dengan anak panah, maka itu lebih baik bagiku daripada menyerangnya dengan lidahku karena serangan lidah tidak pernah meleset. Sedangkan bidikan anak panah seringkali luput dari sasaran."
Lidah itu ibarat dua mata pisau yang sangat tajam. Jika kita tidak menggunakannya dengan baik, maka senjata itu akan melukai orang lain, juga melukai diri sendiri. Begitu juga dengan lidah. Jika tidak dipergunakan dengan baik, dengan tutur kata yang baik, juga bisa melukai perasaan orang lain. Lidah memang tidak bertulang, mudah saja membengkokkannya ke sana kemari sejalan perubahan cuaca hati pemiliknya. Luka atau cedera fisik akan lebih mudah diobati dan sembuh, namun sakit hati seseorang akibat perkataan negatif yang ditujukan kepadanya tidak akan segampang itu disembuhkan.
Berapa banyak persahabatan yang terpecah dikarenakan ketajaman lidah, berapa banyak perceraian yang terjadi antara suami istri diakibatkan oleh lidah, berapa banyak tawuran yang terjadi antara sekolah, antara suku, desa yang diakibatkan oleh lidah. Dan masih banyak lagi keburukan yang terjadi karena ulah lidah ini. Entah itu berupa perkataan dusta, mencela, ghibah (bergunjing), adu domba, saksi palsu, mencerca dan lain sebagainya.
Al-Hasan al-Bashri mengatakan bahwa perbedaan antara orang bijaksana dan orang bodoh terletak pada dimana dia meletakkan lidahnya.Menempatkan lidah di belakang hati hingga dia hanya akan mengatakan hal-hal yang dipikirnya mengandung kebaikan dan dirasa tidak akan membahayakan adalah ciri orang yang bijak. Sementara si dungu menjadikan ujung lidah berada di depan akalnya hingga tanpa mau repot-repot memikirkan dampak baik atau buruk yang bisa timbul, dia akan langsung bicara seenak perutnya.
Ada pepatah yang mengatakan "luka karena pedang, jika dibalut akan kembali sembuh sejalan dengan berlalunya waktu, tapi tidak dengan luka yang disebabkan oleh tajamnya lidah".
Oleh karenanya, adanya baiknya kita menjaga lidah kita dari hal hal yang bukan merupakan kepentingan kita, walaupun itu berbentuk gurauan. Karena terkadang, gurauan yang dilontarkan tidak berkenan dihati orang lain sehingga terjadi kesalah pahaman.
Seorang sahabat Rasul SAW, yakni Abu Dzar Al-Ghifari r.a. menasehati,"Jadikan perkataan hanya dua (jenis) kalimat saja, yaitu kalimat yang bermanfaat dalam urusan duniawi dan kalimat yang kekal (manfaatnya) di akhirat." Apabila tak ada kedua jenis kalimat di atas dalam perbendaharaan kita, maka lakukanlah ibadah yang sangat ringan dan nilainya setara dengan tujuh ribu kebaikan, yaitu DIAM.
Minggu, 24 Oktober 2010
pemimpi
Walaupun aku tidak memiliki impian, tapi aku selalu mempunyai rencana. Dulu ketika masih menginjak bangku kuliah, aku belajar bertanggung jawab dan terencana, serta menyusun tujuan-tujuan yang dapat aku raih. Menyelesaikan kuliahku, bekerja, cari pacar, menikah dan memiliki anak. Lalu semuanya berubah. Aku tidak pernah melupakan minggu terakhir kuliahku 2 tahun lalu.
Mendekati wisuda dokter mendiagnosaku menderita penyakit ginjal kronik. Parahnya lagi, salah satu ginjal itu harus diangkat karena tidak berfungsi lagi. Aku meninggalkan rumah sakit dengan hati hancur. Dalam ketidak yakinan akan masa depan, aku menangis. Walaupun teman-teman dekatku menghibur, aku tidak dapat menyembunyikan ketakutanku pada kematian. Bagaimanapun juga, aku akan menjalani ujian demi ujian menghadapi rasa sakit d perut dan pinggangku. Aku mulai merasa berbeda dengan orang lain. Walaupun kita sama-sama diwisuda, tapi mereka dapat melangkah ke babak baru dalam kehidupan mereka. Sementara aku harus melalui hari-hariku dengan segudang ketakutan akan kematian. Bagiku terasa menarik melihat sikap mereka terhadapku. Walaupun mereka khawatir dengan keadaanku, tapi sikap mereka yang wajar, tidak mendramatisir keadaan membuatku merasa lebih nyaman.
Semakin dekat tanggal operasi yang ditentukan, akupun semakin sering mengalami rasa sakit. Dinding kekuatan yang telah aku bangun sedikit demi sedikit runtuh. Aku sangat marah karena harus mengalami semua ini sementara orang lain dapat menikmati hidup mereka. Aku menghabiskan banyak waktu untuk bertanya, kenapa mesti aku ?
Tetapi sesuatu yg sangat bagus terjadi ditengah tengah semua ini. Aku mulai memandang semua hal yang indah di sekelilingku dengan cara pandang yang baru. Hal hal terkecil mulai dapat tertangkap dimataku. Aku menyadari betapa penuh warna dan cerahnya matahari terbenam ketika aku menikmatinya. Helaian rumput dihalaman rumah terlihat seperti tirai hijau yang terang. Tawa dan canda seluruh keluarga dirumah dapat menjadi obat yang manjur untuk melalui hari yang buruk.
Secara ajaib, aku terbangun dari operasi dengan penuh rasa syukur karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Kata kata tidak dapat melukiskan kebahagiaan yang aku rasakan pada peristiwa istimewa saat itu, ketika diberikan kesempatan kedua untuk hidup.
Masa penyembuhanku merupakan proses yang lama. Aku belajar berjalan lagi dan mulai melakukan hal hal yang sederhana. Hari hari ku lalui kedepannya akan lebih berat lagi. Karena sekarang aku harus hidup dengan satu ginjal yang tidak begitu sehat. Dokter menyarankan aku untuk cuci darah minimal seminggu sekali sebelum aku menemukan pendonor untuk ginjalku. SekaranG aku cukup mengerti, betapa berharganya sebuah kesehatan.
Walaupun dengan segala keterbatasanku sekarang, aku yakin kehidupan pasti dapat berputar terbalik. Aku telah memulai dari awal yang baru dan aku menikmati setiap menitnya. Aku sering mendengar orang mengatakan kamu harus memimpikan sesuatu yang tak terbayangkan, tapi aku lebih memilih merencanakannya. Sekarang, bermimpi besar dan mengikuti keinginan hatiku tanpa tahu bagaimana itu akan berakhir adalah satu-satunya hal yang dapat kulakukan.
Jika semua mimpi harus kembali dibangun dari awal, maka mulailah dari sekarang. Hidup bukan hanya sebuah pilihan. Jika kaki sudah dilangkahkan, dan tekad telah dibulatkan, percayalah.. akan ada harapan baru..
Sabtu, 23 Oktober 2010
sex before marriage ? Yes Or No ?
Anna tercenung.“Dini hamil ? mungkinkah ? bukannya Dini belum pernah menikah ? Lalu dengan siapa dia berhubungan ? Dengan Toni kah ..?”
Atau..
“gw baru aja ngelakuin itu ama Deny..” ujar Dina pada sahabatnya“Gila lo !! berani amat ? trus kalo lu hamil gimana ?”“Ya gak lah, kan kita pake pengaman..!” Dina mesem mesemSahabatnya cuma bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Dina.
Dua kasus diatas sering kali kita temukan dilingkungan tempat kita tinggal. Dimana mereka melakukan hubungan terlarang yaitu sex before marriage. Sex before marriage alias seks pranikah merupakan prilaku seks yang dilakukan tanpa melalui proses pernikahan resmi, baik secara hukum maupun agama. Diakui ataupun tidak, seks pranikah ini bukan merupakan hal yang tabu lagi. Banyak yang menganggapnya suatu larangan, tapi tidak sedikit orang yang melakukannya. Hal ini bisa terjadi karena pada umumnya mereka termotivasi ketika melihat tayangan televisi, berita , majalah ataupun media lainnya, hingga akhirnya tergerak untuk meniru tanpa memikirkan budaya, nilai dan norma yang berada dilingkungan sekitar.
Biasanya alasan seseorang melakukan seks pranikah ini adalah dikarenakan adanya rasa kasih sayang, cinta, kedekatan serta gairah terhadap pasangan. Tapi tidak berpikir, bagaimana jika ternyata hubungan cinta itu kandas ditengah jalan, tentu saja ini merugikan pihak wanitanya.
Memang sih, pada awal pacaran, semuanya akan berjalan sangat indah. Ibarat makan permen, makan satu saja tidak cukup. Pasti pengen lagi dan lagi. Mulanya berpegangan tangan, lalu dilanjutkan dengan cium pipi. Karena penasaran dilanjutkan sampai akhirnya melakukan hubungan seksual.
Terkadang sebagian wanita beranggapan cara menyenangkan pria / pacar adalah lewat seks. Padahal tidak seutuhnya benar. Banyak pria yang menganggap bahwa jika wanita mau berhubungan seks dengannya, bukan tidak mungkin dia juga mau berhubungan dengan yang lain. Mau diajak berhubungan seks dengan pacar juga belum tentu membuat kita disayang oleh pacar. Alih alih disayang, wanita malah dijadikan bahan pemuas pria. Setelah bosan lalu ditinggalkan. Apalagi jika ternyata efek dari berhubungan itu mengakibatkan siwanita hamil. Si pria bisa bisa malah kabur dan lepas dari tanggung jawab.
Jadi, sebelum terjadi seks pra nikah dengan pasangan, ada baiknya kita berpikir “apakah saya sudah cukup mengenal dia hingga bersedia tidur dengannya”, “jika dia tidak memaksa saya melakukannya, apakah saya masih menginginkannya ?” , “ Apakah saya yakin, jika saya mau melakukannya, cintanya akan tetap untuk saya, atau dia hanya ingin senang senang saja ?”, “apakah dia akan bertanggung jawab jika ternyata nantinya saya hamil ..?”, “apakah saya tidak akan menyesali perbuatan ini dikemudian hari ?”
Jika ternyata keseluruhan dari pertanyaan itu adalah “tidak” maka lebih baik kita berpikir untuk menghindar. Tidak salah jika kita menolak karena pada dasarnya seks sebelum waktunya hanya akan menimbulkan masalah dikemudian hari terutama buat wanitanya. Lagi pula hubungan yang dilakukan setelah pernikahan resmi biasanya lebih bisa dinikmati oleh wanita, karena wanita tidak perlu merasa takut hamil atau kelak ditinggalkan. Dan pria juga akan lebih menghargai wanitanya, karena pada saat malam pertama, mereka mendapatkan wanitanya masih suci. Dan dia akan semakin yakin, bahwa kitalah Mrs. Right nya.
Jadi, mau pilih jawaban apa ? Yes Or No ??
Langganan:
Postingan (Atom)

