Selasa, 14 Februari 2012

Aku Mencintaimu, Za

Aku menemukan hatiku terbalik 180 derajat celcius. Aku yang kemarin masih mencintaimu, ingin sekali memilikimu tiba tiba dihadapkan pada kenyataan bahwa cintaku hanyalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tak ada sambutan hangat seperti yang kuharapkan. Hatiku salah mengartikan perhatian yang kau berikan. Tak kusangka. Hari-hari yang aku rasa sangat membahagiakan tiba-tiba terguncang dan retak berserak.

***

Aku mencintai wanita itu. Entah sejak kapan. Aku berkenalan dengannya tanpa sengaja. Waktu itu  aku menemukan akun facebook-nya saat dia sedang asik bertukar komentar dengan teman kuliahku. Aku  melihatnya sebagai wanita cantik yang mempesona. Pastilah banyak yang suka padanya. Termasuk aku. Ya, aku mencintainya saat pandangan mataku tertuju ke photo profil yang melekat sebagai avatar FB nya. Sungguh anggun. Wanita dengan jilbab biru membalut.Senyumnya tersungging manis. Andai saja ini negeri dongeng pasti aku akan mengira bahwa ia adalah salah satu dari bidadari surga yang tersesat ke bumi. Begitulah aku menggambarkannya. 

Suatu hari tanpa diduga tiba-tiba ada pemberitahuan permintaan pertemanan. Aku terkejut. Ternyata gadis itu. Bidadari surgaku. Subahanallah. Angin apa yang membawanya memintaku menjadi temannya. Padahal kami bukanlah dua insan yang saling kenal. Aku pun menyapanya. Sedikit berbasa basi dan berterima kasih karena dia telah menjadikan aku salah satu dari ribuan teman mayanya.

"Hi.. Makasih udah add ya.. salam kenal ." Basi banget, pikirku. Tapi terlanjur sudah terkirim jadi kubiarkan saja perkenalan ini mengalir apa adanya.

"Hi juga.." jawabnya. Bikin jantungku hampir meledak

Tapi hanya itu. Selanjutnya tidak ada sapaan lagi. Aku menunggu 5 menit, 10 menit. Ternyata tak ada balasan. Mungkin dia sibuk. Ah, sudahlah.

***
Aku mengenal pria itu disalah satu akun FB temanku. Sepertinya orangnya asik. Suka bercanda. Ketika kebetulan kami saling berbagi komentar disalah satu status sahabatku aku tertarik untuk menjadikannya teman. Entah angin apa yang membuatku menyeretnya dalam deretan teman teman maya. Karena biasanya aku selalu diminta tidak pernah meminta. Tapi untuk kali ini, akulah yang meminta seseorang menjadi temanku. Karena aku tertarik. Pada entah apa yang ada didirinya. Akupun tidak tahu. Ketertarikan ini datang begitu saja.
***

Hari ini, gadis pujaanku itu mengganti photo profilnya. Kali ini dia menggunakan kacamata hitam dan rambutnya yang tergerai panjang. Cantik. Tapi photo itu mengecewakanku. Kemana jilbab yang selama ini bertengger indah dikepalanya ? Kenapa dilepas ?
"Kok jilbabnya gak dipake ?" sapaku
"Hihi iya nih, pengen ganti penampilan aja. Jelek ya ...?"
"Gak sih, tapi aku suka photo kamu kalo lagi pake jilbab :) .."
"Gitu ya.. ya deh aku ganti :p .."
" :) .."
Dan hari itu aku kembali menemukan kembali gadis pujaanku. Lengkap dengan jilbab yang mempermanis aura wajahnya. Tapi kenapa dia menuruti permintaanku ?

***
Dia tidak menyukai photo profilku. Padahal aku lagi ingin tampil cantik dihadapannya. Sayang sekali :D. Dia inginnya aku menggunakan jilbab. Nurut deh. Etapi.. kenapa aku harus nurut ya ? Apa karenaa ..... Ah gak mungkin. Masa iya aku suka. 

***

Semakin hari aku semakin akrab dengannya. Namanya Za. Itu sapaan kesayanganku. Sebenarnya dia yang ingin dipanggil begitu. Jadi kuturuti saja maunya. Za gadis yang sederhana. Gak terkesan glamour sama sekali. Gak pernah neko neko menurutku. Tapi dia itu gadis yang paling sering patah hati didunia maya. Terkadang aku suka tertawa mendengar dia berceloteh. Bawelnya itu persis ibu ibu yang lagi nawar dagangan dipasar. Gak mau berhenti kalau tawaran harganya gak dituruti penjual.

Suatu ketika Za curhat tentang seseorang yang dia suka. Lagi lagi didunia maya. Hatiku menjadi patah sebelum tumbuh. Tapi aku tetap ingin menjadi temannya. Sama sekali gak ingin berpaling dari pandangannya. Aku ingin dia tahu, aku akan selalu ada untuknya walaupun tak mendapat balasan cinta yang serupa. Cinta ? Apakah aku mencintai Za ? Jika tidak kenapa aku harus patah ? Ah Za. Kenapa harus ada orang lain yang dia suka ?

Sampai suatu hari, seorang mantan mengomentari statusku. Komentarnya sungguh intim dan akrab. Aku yang terbiasa menangggapi sesuatu dengan tidak serius membalas komentarnya tanpa ragu. Mengikuti arah keintiman yang diciptakan sang mantan. Tanpa kuduga Za hadir disela sela keintiman "palsu" kami. Aku sungguh terkejut. Komentar nya cuma satu, tapi membuatku seperti kehilangan detak jantungku. 
"Jadi ini..?"
Hanya itu.Buru-buru aku mengirimkan pesan padanya. Aku gak mau dia salah paham. 
"Za kenapa ?" sapaku
"Gpp kok :) kenapa emangnya ?"
"Kok komentarnya gitu..?"
"Gitu gimana. Biasa aja tuh. Itu siapa ? Pacar kamu ya .." cercanya
"Bukan Za, cuma mantan. Udah lama gak ketemu.."
"Ooo.."
"Cuma Ooo.. gak ada yang lain..?
.....
Gak ada balasan. Aku melihat tampilan obrolan disudut kanan bawah. Offline. Duh Za, kenapa kamu itu mudah sekali salah paham ..." 

***
Aku menemukan hatiku terbalik 180 derajat celcius. Aku yang kemarin masih mencintaimu, ingin sekali memilikimu tiba tiba dihadapkan pada kenyataan bahwa cintaku hanyalah cinta yang bertepuk sebelah tangan. Tak ada sambutan hangat seperti yang kuharapkan. Hatiku salah mengartikan perhatian yang kau berikan. Tak kusangka. Hari-hari yang aku rasa sangat membahagiakann tiba-tiba terguncang dan retak berserak. Dia sudah punya pacar. Bodohnya aku. Biarpun dia bilang itu mantannya, rasanya mustahil. Mantan kok akrab banget gitu.

***

Dua hari Za menghilang gak ada kabar. SMS yang aku kirimpun tak pernah dibalasnya. Ah Za.. Kamu dimana ?

***

Aku harus menyusun kembali hatiku yang terlanjur jatuh berkeping. Aku tidak ingin memikirkannya lagi. Setiap SMS yang dikirimnya tak pernah ku balas. Aku tidak ingin dia tahu bahwa aku begini karena dia. Karena aku cemburu pada kekasihnya. Kenapa hatiku justru terjatuh pada pria yang sudah dimiliki wanita lain ? Apa yang salah didiriku. Kenapa aku tidak bisa mengartikan semua status yang ditulisnya. Aku hanya terlalu terlena. Terlalu geer menganggap bahwa semua apa yang ditulisnya itu hanyalah untukku.  

Aku kembali tersandar pada kenyataan bahwa aku kembali dibodohi perasaanku sendiri. Sama seperti dulu. Saat 4 tahun menjalin hubungan yang sia sia dengan seseorang dari masa lalu. Hati yang berkeping-keping itu aku kumpulkan satu persatu. Seperti puzzle aku menyusunnya kembali sepotong demi sepotong. Tapi setelah kesusahan demi kesusahan itu terlewati, aku kembali membuatnya retak. Puzzle itu kembali terserak karena kebodohanku. Mungkin benar kata orang. Cinta yang bertepuk sebelah tangan itu adalah cinta bodoh yang tak berperasaan.

"Mungkin aku akan kembali rapuh karena salah mencintaimu. Tapi aku tak ingin menjadi patah. Jadi biarlah cinta ini menjadi milikku seorang saja. Karena aku percaya jika cinta ini tidaklah salah, dia pasti akan membuatku bahagia pada akhirnya."
***

Aku membaca tulisan tulisan Za di blognya. Aku menangis untuk pertama kalinya karena merasa sangat bodoh. Melihat kesedihan yang dialaminya sungguh membuatku terenyuh. Dan kepedihan itu bertambah saat aku tahu bahwa akulah pria yang menyebabkan Za jadi begini. Dia patah hati karena aku. 

Za menganggap cintanya padaku bertepuk sebelah tangan. Dia begitu menanggapi serius candaanku bersama mantan di facebook waktu itu. Ah Za kenapa tidak katakan saja semua isi hatimu. Kenapa memendamnya sendiri. Tidakkah perih ulu hatimu menahan rasa cinta yang begitu dalam. Aku saja bisa begini sakit memendamnya. 

"Begitu cinta, begitu rindu, kenapa masih memegang adat ketimuran negara kita Za. Tidakkah bisa membuat semuanya menjadi sederhana. Aku mencintaimu Za."


2 komentar:

  1. Hmmm...jadi begitu ya cerita sebenarnya tentang dia. Menarik untuk disimak, semoga menjadi pembelajaran untuk kisah cintamu ke depan.
    Huuff......saya bersyukur kisah cinta saya tidak serumit kisahmu.

    BalasHapus
  2. hahaha hadoohhh... ini cuma karangan om.. terlalu jika dianggap sungguh sungguh

    BalasHapus