Senin, 07 Februari 2011

Aku Tanpamu Tak Akan Pernah Baik




People say, you dont know what you've got till it's gone,
truth is you knew what you had, you just never thought you'd lose it.


25 Januari 2011

Aku menutup mata. Mencoba mencerna apa yang baru saja terjadi. Apa yang baru saja aku rasakan. Hati yang kosong. Seperti ada yang hilang. Seperti ada yang menarik paksa sesosok jiwa yang berteduh lama disana. Apakah itu dia ? "gak mungkin" hatiku menyangkal. Tapi apa memang dia ? Hati mulai kembali ragu. Ah dia.. Kenapa selalu saja dia.

24 Januari 2011

"Aku pergi.. Maaf untuk segala salah. Terima kasih untuk semua cinta.." laki laki itu menggenggam tanganku untuk yang terakhir. Aku hanya diam. Tidak berkata apa apa. Mematung dengan wajah menatap langit. Bukannya aku ingin melihat bintang. Tapi aku tak ingin laki laki ini melihat jatuhnya air mataku yang sedari tadi menggenang. Gengsi. Itu pasti. Aku tak mau kelihatan lemah dimatanya. Aku ingin dia tahu, tanpanya aku pasti akan baik baik saja. Tapi apa iya ? Ah entahlah. Mendengar kata katanya tadi saja, aku seperti seorang anak yang kehilangan induk semangnya. Seperti sebilah tangan yang kehilangan urat nadi. Lemah. Tak berdetak.

"Kau masih bisa memintaku kembali.." Laki laki itu bertutur lagi. Ternyata dia masih ingin memberiku kesempatan. Tapi egoku tetap bertahan. Apa yang terucap tak mungkin aku aku tarik lagi. Aku tak ingin menelan ludah yang telah aku buang. Pasti rasanya akan sangat tidak enak. Malu. Sangat. Tapi bagaimana jika memang aku yang salah ? Apa aku sanggup kehilangan hanya karena egoku lagi tinggi ? Apakah aku tidak bisa mengalah sedikit saja untuk suatu kebahagiaan yang mungkin masih sempat kami reguk jika kami bersama ?

"Katakanlah sesuatu. Jangan diam sayang. Atau kau butuh waktu untuk berpikir dulu. Ini tentang kita. Kebahagiaan kita." Laki laki itu memohon. Aku membalikkan badan. Mengusap pelan air mata yang jatuh dengan ujung jariku. Laki laki itu.. dia..laki laki itu.. seseorang yang sangat aku cintai.. kenapa jadi begini ?

"Pergilah ! Aku tak kan memintamu kembali. Mungkin kau akan bahagia jika bersama wanita lain. Yang pastinya bukan aku .. !" Akhirnya egoku menang. Kata kata azimat yang terlontar tanpa beban dari bibirku yang pucat. Aku masih sempat melihat reaksi terkejut dari sorot mata pria itu, yang perlahan meredup sendu. Ternyata aku menyakitinya. Telak merobek sudut hatinya. "Maafkan aku..!" Bisikku lirih.

Tanpa mengucapkan sepatah kata, tanpa peluk terakhir penutup luka, laki laki itu meninggalkan aku yang termenung. Terhenyak dengan keputusanku sendiri. Ada apa denganku.. ? Setan apa yang merasukiku ? Empat tahun bukan waktu yang singkat dalam menjalin suatu hubungan. Hingga 1 cincin tlah melingkar di jari manis ini. Tapi kenapa jadi begini ? Dan akupun tergugu. Terisak. Menjerit menahan sakit yang aku toreh sendiri. Bisakah kau kembali.. bisa kah kau hiraukan saja keputusanku tadi ?

**********
25 Januari 2011

(sms masuk)

Apa yang kau pikirkan saat ini ? Pertanyaanku konyol ya. Maaf kalo aku hanya mencari cari alasan untuk menghubungimu. Apa kau baik baik saja ? Aku cemas. Tak apa jika tak membalas. Saat ini aku sedang memikirkanmu. Menatap fotomu yang masih saja menjadi wallpaper di Hpku. Tak bisa kuhapus. Karena sebagian rusukku masih kutitipkan pada wanita yang ada di foto ini...

(sms masuk)
.... entah kapan bisa ku ambil. Mungkin tak akan bisa. Karena aku tlah menemukan pasangan rusukku yang sebenarnya. Mungkin dia hanya tersesat sekarang. Tak apalah. Aku akan menunggunya. Jangan tidur kemaleman ya. Jangan pikirkan aku. Aku baik baik saja. Peluk cium.

Nda

********

Aku menggigit bibirku kuat kuat. Menahan sakit yang menusuk tajam tepat dijantungku. Nafasku seakan terhenti. Pilu ini membunuhku. Ternyata tak terlalu mudah untuk melepas. Ternyata terlalu sakit untuk kehilangan. Aku tak akan sanggup. Kali ini aku yakin. Apalah arti sebuah kesalahan. Masih bisa dimaafkan. Masih bisa diperbaiki. Aku tak ingin kehilangan kebahagiaanku "lagi". Aku tak mau lagi egois kali ini. "Ternyata aku tanpamu tak akan pernah baik".


"Jika saja aku bisa mengubah waktu yang tlah jauh meninggalkan keegoisanku ribuan detik lalu.. Bisakah kau memaafkanku ?"
(sms dikirim)


5 komentar:

  1. Kadang hikmah hidup memang datang sangat telatt..
    Penyesalan hari ini hny ekses ribuan mem0ri yg tersisa d otak..
    Jgn percaya beg!tu saja !!
    Tunggulah,minggu,bulan,tahun yg akan datang.mungkin akan ada senyum bahagia akhirnya.bknkah smua tlh melalui pemikiran yg panjang dan dalam !!
    Yakin..bhw ini yg terbaik.percaya,bhw hidup akan bahagia.meski mungkin akan sangat telat datangnya..

    BalasHapus
  2. andai tak ada andai :((

    BalasHapus
  3. Andai saja kubisa mengubah wkt,akan ku pastikan smua duka jd suka,smua benci jd sayang,smua amarah jd cinta..
    Biar tak ada hati yg tersakiti..
    Biar tak ada sesal yg terlambat..

    BalasHapus